DOLAR AS: Investor Tunggu Kabar Reformasi Pajak Trump, Indeks Menguat

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,24% atau 0,233 poin ke 99,018 pada pukul 18.21 WIB.
Renat Sofie Andriani | 26 April 2017 19:52 WIB
Dolar AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Laju dolar AS menguat pada perdagangan malam ini Rabu (26/4/2017), bersama dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menjelang pengumuman rencana pajak oleh Presiden AS Donald Trump yang dapat menghembuskan harapan bagi lesunya untuk apa yang disebut reflation trade.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,24% atau 0,233 poin ke 99,018 pada pukul 18.21 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,06% atau 0,062 poin di level 98,847, setelah pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,31% di posisi 98,785.

Greenback mampu meraih kembali penguatannya terhadap mayoritas mata uang utama, meskipun siang tadi sempat tergelincir ke zona merah. Sementara itu, gerak obligasi membalikkan rentetan pelemahannya dalam lima hari.

Dilansir Bloomberg, para investor menantikan untuk melihat apakah nada konsiliasi Trump terhadap pembangunan tembok perbatasan dapat membantu mencegah penutupan pemerintah (government shutdown) bahkan di saat sebagian besar anggota Kongres masih belum menemukan kesepakatan atas anggaran belanja senilai US$1,1 triliun.

Tinjauan kebijakan oleh bank sentral Jepang dan Eropa juga dapat berdampak pada sentimen pasar sepanjang sisa pekan ini.

“Pasar akan mengambil jeda hari ini sebelum memulai agenda gila-gilaan pekan ini dengan sejumlah pertemuan bank sentral. Di AS, kita melihat risiko penutupan pemerintahan yang rendah, namun juga tetap skeptis bahwa pengajuan anggaran yang mendanai operasional pemerintah hanya dengan periode tambahan selama lima bulan akan memberi banyak kelegaan,” papar para ekonom di Societe Generale SA.

Seperti diketahui, pemerintah AS dapat menutup pelayanan publik (government shutdown) hingga waktu yang tidak ditentukan jika pihak kongres tidak menemukan kesepakatan atas anggaran belanja yang diajukan pemerintah.

Kongres memiliki tenggat waktu hingga 28 April untuk menyetujui anggaran belanja yang diajukan pemerintah untuk operasional pemerintahan hingga September.

Jika pemerintah dan kongres tidak menemukan solusi atas permasalahan dalam anggaran, maka pemerintah AS dapat menutup pemerintahan (government shutdown), yakni suatu keadaan dimana pemerintah menutup sebagian layanan non-esensial karena anggaran tidak disetujui.

Sementara itu, fokus pasar saat ini tertuju kepada rencana Presiden AS Donald Trump untuk memacu perekonomian AS, termasuk reformasi pajak. Trump dijadwalkan akan memaparkan kebijakan reformasi pajaknya hari ini waktu setempat.

Menurut pihak Gedung Putih, Trump tidak akan menyertakan pajak perbatasan yang mengatur tarif ekspor dan impor dalam pengumumannya. Pasalnya, konsep awal mengenai pajak perbatasan berkali-kali mendapatkan tentangan dari para pejabat Kongres AS.

Seiring penguatan dolar AS, nilai tukar euro terpantau turun 0,29% ke US$1,0894, setelah ditutup menguat 0,53% di posisi US$1,0926 pada perdagangan kemarin. Kinerja yen pun ikut melemah 0,12% atau 0,13 poin ke posisi 111,21 per dolar AS.

 

Posisi indeks dolar AS                                       

26/4/2017

(Pk. 18.21 WIB)

99,018

(+0,24%)

25/4/2017

98,785

(-0,31%)

24/4/2017

99,092

(-0,89%)

21/4/2017

99,977

(+0,20%)

20/4/2017

99,778

(+0,04%)

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Tag : dolar as, Donald Trump
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top