Pendapatan AKRA Naik 22%

PT AKR Corpindo Tbk. (AKRA) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp4,34 triliun pada kuartal I/2017 dari Rp3,57 triliun pada kuartal I/2016. Kenaikan pendapatan tersebut didorong stabilnya harga minyak yang membuat adanya kenaikan harga jual rata-rata minyak bumi dan bahan kimia dasar.
Lukas Hendra TM | 26 April 2017 16:53 WIB
Tetesan sisa pengisian BBM di sebuah SPBU. - Reuters/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA --PT AKR Corpindo Tbk. (AKRA) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 22% menjadi Rp4,34 triliun pada kuartal I/2017 dari Rp3,57 triliun pada kuartal I/2016. Kenaikan pendapatan tersebut didorong stabilnya harga minyak yang membuat adanya kenaikan harga jual rata-rata minyak bumi dan bahan kimia dasar.

Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengatakan perseroan senang dengan hasil kinerja keuangan sepanjang kuartal I/2017.

"Stabilisasi harga minyak pada tahun lalu dan juga kenaikan harga komoditas seperti batu bara merupakan faktor positif dibalik peningkatan pendapatan penjualan konsolidasi dari perusahaan," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (26/4/2017).

Dia menambahkan permintaan bahan kimia dasar meningkat seiring dengan membaiknya permintaan bahan baku industri. Oleh karena itu, pendapatan dari bahan kimia dasar juga meningkat pada kuartal I/2017 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun, harga rata-rata minyak mentah meningkat dari US$34,36 pee barel selama kuartal I/2016 menjadi US$54,12 per barel selama kuartal I/2017. Oleh karena itu, harga produk juga disesuaikan yang mengakibatkan adanya kenaikan laba kotor dari Rp443 miliar pada kuartal I/2016 menjadi Rp452 miliar pada kuartal I/2017.

Penaikan laba kotor ini akhirnya mendorong peningkatan laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham entitas induk menjadi Rp258 miliar pada kuartal I/2017 dari US$255 miliar pada kuartal I/2016.

Peningkatan penjualan dan pendapatan pada kuartal I/2017 disebabkan pendapatan minyak bumi meningkat sebagai akibat kenaikan harga minyak bumi. Selain itu, juga didorong pendapatan kimia yang meningkat karena tingginya permintaan bahan kimia dasar dari industri dan harga jual rata-rata lebih tinggi.

"AKR terus fokus untuk mempertahankan margin dan pengendalikan biaya yang efektif," ujarnya.

Haryanto menambahkan untuk mewujudkan peluang besar di sektor ritel bahan bakar minyak dengan kenaikan permintaan bensin bersubsidi di Indonesia, AKR telah bergabung dengan pemain minyak global BP untuk mendirikan jaringan stasiun bensin ritel di Indonesia untuk menawarkan pelanggan yang lebih baik.

"Kami dengan senang hati melaporkan penandatanganan perjanjian usaha patungan dengan BP pada bulan April 2017 untuk mendirikan perusahaan patungan untuk distribusi minyak eceran," katanya.

Tag : pt akr corpindo tbk
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top