LAHAN BARU HASIL AKUISISI: BKSL Belum Kembangkan Tahun Ini

Emiten properti PT Sentul City Tbk. belum akan mulai memonetisasi aset lahan baru seluas 273 hektare yang akan diakuisisi perseroan dari hasil rights issue yang baru saja digelar perseroan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 19 April 2017  |  19:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Sentul City Tbk. belum akan mulai memonetisasi aset lahan baru seluas 273 hektare yang akan diakuisisi perseroan dari hasil rights issue yang baru saja digelar perseroan.

Emiten dengan kode saham BKSL ini tengah merampungkan proses penawaran umum terbatas IV dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Perseroan menawarkan saham baru maksimal 20,72 miliar lembar dengan nominal Rp100 per lembar dan harga pelaksanaan Rp112 per saham. Selain itu, perseroan juga menerbitkan waran seri I baru sebanyak 12 miliar lembar yang diberikan cuma-cuma kepada pelaksana HMETD.

Hingga akhir periode distribusi saham dan waran baru dalam rangka rights issue pada 17 April 2017 lalu, perseroan hanya mengantongi sebanyak 341 juta lembar saham baru hasil eksekusi para pemegang saham lama, sementara 20,38 miliar lembar lainnya belum dikonversi.

Dengan demikian, sisa saham baru yang belum ditebus tersebut akan diserap oleh pembeli siaga, yakni PT Sakti Generasi Perdana (SGP). SGP tidak lain adalah induk dari PT Graha Sejahtera Abadi (GSA), perusahaan yang hendak diakuisisi BKSL dari hasil rights issue tersebut.

Keith Steven Muljadi, Direktur Utama Sentul City, mengatakan bahwa tidak ada kekhawatiran bagi perseroan terhadap tercapainya target dana Rp2,3 triliun dari hasil rights issue tersebut karena adanya pembeli siaga.

HMETD yang tidak terserap akan ditebus oleh SGP melalui mekanisme imbreng atau penyertaan aset, yakni 99,999% saham GSA yang memiliki 273 hektare lahan di Sentul.

“Jadi, rights issue sudah beres, kami bisa eksekusi akuisisi sesuai perjanjian pengikatan jual beli kondisional yang sudah kami tanda tangani. Targetnya sebelum akhir bulan ini sudah akan selesai, aset lahan itu jadi milik kami,” katanya melalui sambungan telepon, dikutip Rabu (19/4/2017).

Meski begitu, tuturnya, perseroan belum akan mulai mengembangkan lahan tersebut tahun ini. Lahan tersebut sengaja diakuisisi lebih dini guna mengantisipasi peningkatan harganya ketiga pengembangan mulai marak di Sentul City.

Adapun, lahan 273 hektare tersebut tersebar di empat titik strategis yang merupakan lokasi pengembangan Sentul City di Bogor, Jawa Barat. Keempatnya akan menjadi kawasan multi-CBD Sentul City.

“Tahun ini kami fokus pada rencana pengembangan yang sudah ada dulu. Kami belum akan mulai memonetisasi aset lahan baru tersebut tahun ini,” katanya.

Meski begitu, perseroan sudah menyiapkan rencana bagi pengembangan lahan tersebut untuk 10 tahun ke depan. Perseroan sudah siapkan studi kelayakan, rencana proyek yang akan dibangun, hingga proyeksi harganya.

Semuanya akan dimatangkan kembali setelah akuisisi rampung sehingga perseroan bisa segera mengurus perizinan dan mulai konstruksi, termasuk mengagunkannya ke bank untuk memperoleh pinjaman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bksl

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top