Produksi Malaysia dan Indonesia Diprediksi Melonjak, Sawit Kembali Melemah

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (18/4/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 April 2017  |  11:24 WIB
Produksi Malaysia dan Indonesia Diprediksi Melonjak, Sawit Kembali Melemah
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali melemah pada perdagangan pagi ini, Selasa (18/4/2017).

Kontrak berjangka CPO untuk Juli 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan penguatan 0,64% atau 16 poin di posisi 2.514 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian berbalik melemah 0,24% atau 6 poin ke level 2.492 ringgit per ton pada pukul 09.59 WIB.

Adapun pada perdagangan Senin (17/4), harga CPO kontrak Juli harus ditutup melemah 0,20% atau 5 poin ke 2.498, seiring melonjaknya produksi Malaysia pada Maret yang mendorong jumlah persediaan.

Menurut data Malaysian Palm Oil Board, produksi minyak sawit mentah pada negara penghasil minyak sawit terbesar kedua terbesar dunia itu melonjak 16% menjadi 1,46 juta metrik ton pada Maret, kenaikan bulanan pertama sejak September dan terbesar sejak Maret 2016.

Sementara itu, jumlah persediaan naik 6,5% menjadi 1,55 juta metrik ton atau melampaui prediksi dalam survey Bloomberg sebesar 1,52 juta ton.

“Pasar bereaksi terhadap produksi yang lebih tinggi di Malaysia dalam beberapa bulan ke depan, bersama dengan perkiraan lonjakan pada produksi dan jumlah stok Indonesia untuk Maret,” ujar David Ng, derivatives specialist Phillip Futures Sdn., dikutip dari Bloomberg.

Berdasarkan survey terpisah Bloomberg, stok minyak sawit di Indonesia diprediksi melonjak 22% pada Maret seiring meningkatnya produksi sebesar 10%.

Jumlah persediaan diperkirakan melonjak menjadi 2,36 juta metrik ton dari 1,93 juta ton pada Februari. Adapun, tingkat produksi diperkirakan naik 10% menjadi 2,9 juta ton, kenaikan pertama sejak Oktober. Malaysia dan Indonesia sama-sama berkontribusi sekitar 86% dari suplai global.

Di sisi lain, nilai tukar ringgit pagi ini terpantau melemah 0,10% ke 4,4090 pada pukul 10.10 WIB, setelah kemarin ditutup menguat tipis 0,06% di  posisi 4,4045.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Juli 2017

Tanggal

Level

Perubahan

18/4/2017

(Pk. 09.59 WIB)

2.492

-0,24%

17/4/2017

2.498

-0,20%

14/4/2017

2.503

-0,40%

13/4/2017

2.513

-1,02%

12/4/2017

2.539

-0,67%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top