KREN Akuisisi Perusahaan Kios Digital

PT Kresna Graha Investama Tbk. melalui anak usahanya PT Kresna Usaha Kreatif mencaplok 17,6% saham perusahaan digital kios PT M Cash Integrasi.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 18 April 2017  |  16:05 WIB
KREN Akuisisi Perusahaan Kios Digital
Belanja online - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA-PT Kresna Graha Investama Tbk. melalui anak usahanya PT Kresna Usaha Kreatif mencaplok 17,6% saham perusahaan kios digital PT M Cash Integrasi.

Suryandy Jahja, Managing Director Kresna Graha Investama, mengatakan bahwa model bisnis PT M Cash Integrasi (MCI) sesuai dengan visi perseroan untuk mempercepat transformasi masyarakat Indonesia menuju gaya hidup digital. Melalui MCI, lanjutnya, perusahaan investasi berkode saham KREN ini ingin melengkapi saluran distribusi dan mempertajam penetrasi pasar produk-produk digital.

Produk digital yang semakin lengkap diharapkan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk segmen masyarakat kelas bawah (grassroot), kaum milenial, dan segmen yang belum terlayani oleh sektor perbankan.

"Kami percaya MCI akan membawa nilai komersial yang sangat besar dan menghasilkan dampak finansial yang instan bagi kinerja bisnis KREN," ucapnya melalui keterangan resmi, Selasa (18/4).

Lebih rinci, layanan yang dikembangkan oleh MCI berupa kios digital pertama di Indonesia yang mampu mengeluarkan berbagai jenis kartu fisik, termasuk mobile SIM (Subscriber Identity Module) dan e-money dengan registrasi secara otomatis. MCI juga mengembangkan kios digital multifungsi, antara lain top up pulsa telepon, pembayaran tagihan rutin, mall/mart directory, iklan (co-branding), berbagai voucher dan bentuk promosi lainnya, flash sales points, transaksi ecommerce dan berbagai produk digital lainnya.

CEO MCI Martin Suharlie menambahkan, kios digital kian diminati oleh masyarakat. Layanan yang menawarkan solusi dan efisiensi biaya itu berpotensi menarik lebih banyak permintaan dari konsumen. Versi terbaru dari kios MCI ditargetkan merangkul 1.000 outlet pada 2017 dan menjadi 2.000 outlet pada 2018.

"Kami membidik pertumbuhan tingkat pendapatan secara eksponensial pada tahun-tahun mendatang dari sekitar Rp490 miliar pada 2016,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
akuisisi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top