Felda Eksekusi Pembelian BWPT

Di pasar negosiasi, terjadi transaksi saham PT Eagle High Plantation Tbk. senilai Rp6,7 triliun sebanyak 11,67 miliar lembar saham.
Ana Noviani & Annisa Margrit
Ana Noviani & Annisa Margrit - Bisnis.com 18 April 2017  |  14:54 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Di pasar negosiasi, terjadi transaksi saham PT Eagle High Plantation Tbk. senilai Rp6,7 triliun sebanyak 11,67 miliar lembar saham. 

Berdasarkan data Bloomberg, transaksi tersebut terjadi di pasar negosiasi pada Selasa (18/4). Credit Suisse Securities menjadi broker yang menjual 11,66 miliar lembar saham emiten kebun sawit berkode BWPT itu pada level harga Rp576 per saham dengan nilai transaksi jual sebesar Rp6,71 triliun. 

Merujuk laporan pemegang saham pada akhir Maret 2017, saham PT Rajawali Capital Internasional digenggam melalui Credit Suisse AG cabang Singapura sebanyak 12,12 miliar lembar saham dengan porsi kepemilikan sebanyak 38,47%.

Pada saat yang sama, terjadi 290 kali transaksi beli saham BWPT oleh Maybank Kim Eng Securities. Perusahaan efek terafiliasi dengan Grup Maybank asal Malaysia itu membeli 11,67 miliar lembar saham BWPT pada level harga Rp575,85 per saham dengan total nilai transaksi Rp6,72 triliun. Pembelian itu setara dengan 37,02% saham BWPT. 

Harga beli saham BWPT oleh Maybank Kim Eng Securities itu merupakan harga premium lantaran 53,15% di atas level harga pembukaan saham BWPT pada perdagangan Selasa (18/4) yang berada pada level Rp376 per saham.

Sebelumnya, pada 23 Desember 2016, Rajawali Corp telah menandatangani perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) dengan anak usaha Felda, FIC Properties Sdn. Bhd. terkait penjualan 37% saham BWPT senilai US$505,4 juta atau setara dengan Rp6,72 triliun dengan asumsi kurs Rp13.300 per dolar AS.

Sejak itu kedua pihak yang terkait dengan transaksi jual-beli saham mengurus perizinan terkait perpindahan saham lintas negara. 

Peter F. Sondakh, pendiri Rajawali Corp., menuturkan tidak tahu secara rinci tentang proses pengurusan izin akuisisi 37% saham BWPT oleh Felda. Namun, dia meminta untuk menunggu rampungnya transaksi alih kepemilikan perusahaan perkebunan sawit itu dalam 1-2 hari. 

"Tunggu saja 1-2 hari," ucapnya singkat seusai pertemuan di Kementerian Perdagangan, Senin (17/4). 

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantation Deddy Setiadi mengaku belum mendapat info terkait aksi penjualan saham itu. 

"Itu kan shareholder action, kami juga belum dapat infonya nih," kata Dedy kepada Bisnis

Pada September 2014, Rajawali Corp. menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan kebun milik Tjipto Widodo, PT BW Plantation Tbk. melalui pencaplokan saham dari PT BW Investindo, Credit Suisse AG SG Branch S/A Matacuna Group Limited, dan Credit Suisse AG SG Branch S/A Pegasus CP One Limited.

Emiten berkode saham BWPT itu lantas berganti nama menjadi PT Eagle High Plantation Tbk. setelah berada di bawah PT Rajawali Capital International.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
akuisisi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup