Ini Prediksi Pasar Obligasi Pada Pekan Ini

Binaartha Parama Sekuritas memperkirakan ketahanan laju kenaikan pasar obligasi masih akan kembali diuji pada pekan ini seiring respons pelaku pasar terhadap sentimen dari data-data ekonomi yang akan dirilis.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 17 April 2017  |  08:39 WIB
Ini Prediksi Pasar Obligasi Pada Pekan Ini
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Binaartha Parama Sekuritas memperkirakan ketahanan laju kenaikan pasar obligasi masih akan kembali diuji pada pekan ini seiring respons pelaku pasar terhadap sentimen dari data-data ekonomi yang akan dirilis.

Senior Analyst PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada mengatakab penguatan laju rupiah yang memanfaatkan pelemahan dolar AS diharapkan dapat kembali terjadi sehingga dapat berimbas pada penurunan yield.

Dia mengungkapkan spread yield obligasi Indonesia dan US Treasury tenor 10 tahun mulai meningkat di kisaran 478-480 bps yang menandakan pelaku pasar cenderung bersikap waspada.

"Kami perkirakan rentang yield obligasi SUN internal akan berada dalam kisaran kurang lebih 1-8 bps (5,90%-8,00%). Tetap cermati berbagai sentimen yang dapat merubah arah pasar obligasi, terutama dari perubahan nilai tukar rupiah dan yield obligasi AS," katanya dalan risetnya, Senin (17/4/2017).

Dia juga mengingatkan investor agar jangan lewatkan lelang surat berharga syariah negara (SBSN) pada Selasa (18/4) dimana Pemerintah akan menawarkan lima seri obligasi negara. Adapun, lanjutnta, jumlah indikatif SBSN yang dilelang sebesar Rp6 triliun. Kelima seri obligasi itu adalah seri SPN-S05102017 (penerbitan kembali) dengan pembayaran imbal hasil secara diskonto dan jatuh tempo 5 Oktober 2017; seri PBS013 (penerbitan kembali) dengan pembayaran imbal hasil 6,25% dan jatuh tempo 15 Mei 2019.

Selain itu, juga ada seri PBS014 (penerbitan kembali) dengan tingkat imbal hasil 6,50% dan jatuh tempo 15 Mei 2021; seri PBS011 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 8,75% dan jatuh tempo 15 Agustus 2023; dan seri PBS012 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga 8,875% dan jatuh tempo 15 November 2031.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top