BURSA SAHAM 17 APRIL: 6 Sektor Negatif, IHSG Tinggalkan Level 5.600

IHSG ditutup melemah 0,70% atau 39,06 poin ke posisi 5.577,49, setelah dibuka dengan kenaikan 0,14% atau 8,07 poin di 5.624,62.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 April 2017 16:32 WIB
Papan elektronik menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah dan meninggalkan level 5.600 pada perdagangan hari ini, Senin (17/4/2017).

IHSG ditutup melemah 0,70% atau 39,06 poin ke posisi 5.577,49, setelah dibuka dengan kenaikan 0,14% atau 8,07 poin di 5.624,62.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 5.577,49 – 5.631,51.

Dari 541 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 118 saham menguat, 206 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir negatif, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melemah 1,45%, diikuti sektor finansial yang merosot 1,28%.

Adapun, tiga sektor lainnya menguat, dipimpin oleh sektor konsumer yang naik 0,15%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 1,37% atau 6,68 poin ke 479,00.

Berdasarkan riset PT Valbury Sekuritas Indonesia, pasar saham global dalam pekan ini akan terus diselimuti oleh ketegangan geopolitik. Masalah Suriah belum sepenuhnya selesai meskipun kedua Menteri Luar Negeri AS dan Rusia sudah berbicara langsung.

Suhu politik dan keamanan semakin memanas di Semenanjung Korea dengan pergerakan angkatan laut AS yang menuju ke wilayah tersebut. Apabila isu geopolitik tidak kunjung mereda meskipun sejumlah data dan agenda ekonomi dan bank sentral di pekan ini bisa saja mengubah pandangan pasar.

Sementara itu dari dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi dengan berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Jika kondisi keamanan kondusif, diharapkan tetap memberikan kenyamanan bagi pelaku pasar untuk menanamkan investasinya

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama Februari 2017 mengalami surplus US$1,23 miliar.

Surplus ini disebabkan oleh nilai ekspor yang mencapai US$14,59 miliar atau lebih besar dari nilai impor sebesar US$13,36 miliar.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBCA

-2,88

TLKM

-1,22

UNTR

-3,02

ASII

-0,88

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+0,51

UNVR

+0,28

SCMA

+2,18

ICBP

+0,92

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top