PLTU Malaysia Impor Batu Bara 10 Juta Ton per Tahun dari Indonesia

Pembangkit Listrik Tenaga Uap Manjung, Perak, Malaysia mengimpor batubara 10 juta ton per tahun dari Indonesia.
Duwi Setiya Ariyanti | 14 April 2017 11:22 WIB
Kegiatan penambangan batu bara di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur - Reuters/Zevanya Suryawan

Bisnis.com, MANJUNG - Pembangkit Listrik Tenaga Uap Manjung, Perak, Malaysia mengimpor batu bara 10 juta ton per tahun dari Indonesia.

CEO Integra Berhad Mohammad Zahir mengatakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang memiliki kapasitas terpasang 3.100 mega watt (MW) itu membutuhkan pasokan batu bara 10 juta ton per tahun. Adapun, seluruhnya dipasok dari Indonesia.

Kapasitas total 3.100 MW itu berasal dari empat unit mesin pembangkit yakni 3x700 MW dan 1x1.000 MW. "Kami impor sekitar 10 juta ton per tahun batu bara dari Indonesia," ujarnya saat kunjungan ke PLTU Manjung, Perak, Malaysia.

Menurutnya, setiap tiga hari sekali kapal datang mengirim batu bara yang disimpan pada terminal batu bara Manjung. Dari 10 juta ton per tahun yang diimpor, 70% di antaranya atau 700.000 ton dibeli dari Adaro.

Kontrak pembelian batu bara dilakukan sejak unit pertama dengan kapasitas 700 MW beroperasi secara komersial di 2003. Kontrak berjangka tiga hingga lima tahun itu terus diperpanjang hingga kini. Sisanya, disuplai dari perusahaan lain secara bergantian.

"70% pasokan dari Adaro dengan kontrak jangka panjang sejak pertama beroperasi," katanya.

Tag : batu bara, pltu
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top