Daerah Terluar dan Terpencil Terus "Diguyur" Rupiah

Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kerjasama untuk terus mendistribusikan uang Rupiah di daerah terluar dan terpencil wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Hadijah Alaydrus | 13 April 2017 14:05 WIB
Uang rupiah. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat kerjasama untuk terus mendistribusikan uang Rupiah di daerah terluar dan terpencil wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penguatan kerjasama dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (NK) antara Bank Indonesia dengan TNI Angkatan Laut. Hal itu dilaksanakan dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Bank Indonesia dan TNI AL dalam mendukung pelaksanaan tugas. Nota Kesepahaman ditandantangani Deputi Gubernur BI Sugeng dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., Kamis (13/4/2017) di Jakarta.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengatakan kerjasama antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dimulai sejak 2011.

"Hingga saat ini, telah dilakukan secara bersama-sama 23 kegiatan pendistribusian uang Rupiah ke daerah terluar dan terpencil di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia," ungkapnya dalam siaran pers, Kamis.

Beberapa pulau terluar di Indonesia telah dikunjungi dalam kegiatan pendistribusian uang tersebut seperti Pulau Marore, Pulau Miangas, Pulau Kisar, Pulau Bras.

Untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan tugas dan amanat Undang-Undang, Sugeng mengatakan Bank Indonesia memandang baik pelaksanaan kerja sama yang saling menguntungkan antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut.

Undang-Undang No 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan Undang-Undang No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang telah memberikan mandat kepada Bank Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan Pengeluaran, Pengedaran, dan/atau Pencabutan dan Penarikan Uang Rupiah.

Undang-Undang juga mengamanatkan Bank Indonesia untuk dapat memenuhi kebutuhan Uang Rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai dan dalam kondisi layak edar.

"Untuk tahun 2017, Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut merencanakan untuk menyelenggarakan 10 kegiatan pendistribusian uang Rupiah," ujarnya.

Pendistribusian uang Rupiah ke wilayah terluar dan terpencil pada 2017 ini menjadi sangat penting, karena pada akhir 2016 Bank Indonesia telah mengeluarkan dan mengedarkan 11 pecahan uang Rupiah Tahun Emisi 2016, bertepatan dengan Hari Bela Negara.

Melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Laut, dia berharap uang Rupiah Tahun Emisi 2016 diharapkan dapat segera menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia mengatakan, selain pelaksanaan pendistribusian uang Rupiah sebagai aktivitas utama, di setiap pulau yang dikunjungi diselenggarakan berbagai kegiatan tambahan.

Aktivitas lain tersebut meliputi edukasi mengenai peran dan tugas Bank Indonesia, sosialiasi ciri keaslian uang Rupiah dan sistem pembayaran nontunai, penelitian/survei terkait tingkat kelusuhan uang Rupiah, program pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Tag : Rupiah
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top