BURSA KORSEL: BoK Rate Tetap, Indeks Kospi Ditutup Menguat

Indeks Kospi ditutup menguat 0,93% atau 19,70 poin ke level 2.148,61, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,08% atau 1,73 poin di posisi 2.130,64
Renat Sofie Andriani | 13 April 2017 14:34 WIB
Indeks Kospi menguat - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA– Bursa saham Korea Selatan memperpanjang penguatannya pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2017), bersama dengan kinerja mata uang won.

Indeks Kospi ditutup menguat 0,93% atau 19,70 poin ke level 2.148,61, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,08% atau 1,73 poin di posisi 2.130,64.

Penguatan Kospi berlanjut setelah ditutup rebound pada perdagangan kemarin, mengakhiri pelemahan selama enam hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Sebanyak 480 saham menguat, 209 saham melemah, dan 78 saham stagnan dari 767 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Saham Dongwha Pharm Co. Ltd. yang naik 0,43% turut menjadi pendorong atas penguatan Kospi, bersama dengan Woori Bank yang naik 0,36% dan Meritz Fire & Marine Insurance Co. Ltd. yang melesat 2,77%.

Saham Samsung Electronics Co. Ltd. turut naik tajam 1,24% atau 26.000 poin ke 2.121.000 won pada pukul 13.40 WIB, meski dibuka dengan pelemahan 0,57% di posisi 2.083.000.

Sejalan dengan Kospi, nilai tukar won ditutup dengan penguatan tajam 1,03% atau 11,75 poin ke 1.129,80 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, nilai tukar won mencatat penguatan terbesar dalam dua bulan, ditopang oleh pelemahan dolar dan keputusan bank sentral Korea Selatan untuk mempertahankan kebijakan suku bunganya.

Laju greenback terpukul setelah Trump mengeluarkan pernyataan kepada Wall Street Journal bahwa pergerakan dolar menjadi terlalu kuat dan bahwa ia lebih menginginkan bank sentral AS Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunganya di tingkat rendah.

Sementara itu, Bank of Korea (BoK) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuannya di level terendah 1,25% di saat data ekspor dan inflasi mengindikasikan perbaikan ekonomi.

BoK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini menjadi 2,6%, lebih besar dari proyeksi yang dibuat pada Januari sebesar 2,5%. Sementara itu, inflasi diproyeksikan mencapai 1,9% atau lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,8%.


Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

13/4/2017

2.148,61

+0,93%

12/4/2017

2.128,91

+0,24%

11/4/2017

2.123,85

-0,44%

10/4/2017

2.133,32

-0,86%

7/4/2017

2.151,73

-0,05%

 

Sumber: Bloomberg

Tag : bursa korsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top