Meski Tenaga Yen Mengendur, Indeks Nikkei 225 & Topix Tetap Terkoreksi

Koreksi bursa saham Jepang berlanjut pada penutupan perdagangan hari ketiga, Kamis (13/4/2017), meskipun mampu mengikis pelemahan terburuknya dalam sehari di saat penguatan yen menipis.
Renat Sofie Andriani | 13 April 2017 14:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Koreksi bursa saham Jepang berlanjut pada penutupan perdagangan hari ketiga, Kamis (13/4/2017), meskipun mampu mengikis pelemahan terburuknya dalam sehari di saat penguatan yen menipis.

Indeks Topix hari ini dibuka dengan pelemahan 0,92% atau 13,57 poin di level 1.465,97 dan berakhir turun 0,76% atau 11,23 poin ke 1.468,31.

Dari 1.996 saham pada indeks Topix, 535 saham di antaranya menguat, 1.364 saham melemah, dan 97 saham stagnan.

Indeks Nikkei 225 ikut ditutup turun 0,68% atau 125,77 poin ke level 18.426,84, setelah dibuka dengan pelemahan 0,87% atau 160,89 poin di 18.391,72.

Sebanyak 43 saham menguat, 174 saham melemah, dan 8 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang merosot 0,97% menjadi penekan utama terhadap koreksi Nikkei, diikuti oleh FANUC Corp. yang melorot 1,35%, SoftBank Group Corp. yang turun 0,82%, dan Tokyo Electron Ltd. yang melemah 1,59%.

Sementara itu, nilai tukar yen siang ini terpantau berbalik melemah 0,09% atau 0,10 poin ke 109,13 per dolar AS pada pukul 13.42 WIB, setelah sempat melanjutkan penguatannya ke level 108,84.

Laju dolar AS telah terkikis 2% terhadap yen pekan ini, dengan mata uang yen Jepang sebagai aset safe haven yang telah mendapat dorongan seiring meningkatnya tensi geopolitik seputar hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Suriah dan Korea Utara, serta sejumlah agenda pemilihan di Eropa.

Tag : bursa jepang
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top