HARGA MINYAK 12 APRIL: Lobi Arab Saudi Mantapkan Penguatan WTI

Harga minyak WTI kontrak Mei 2017 menguat 0,19% atau 0,10 poin ke US$53,50 per barel pada pukul 12.43 WIB, setelah dibuka stagnan di posisi 53,40.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 April 2017  |  13:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan harga minyak mentah berlanjut pada perdagangan hari ini (Rabu, 12/4/2017), menyusul pemberitaan bahwa Arab Saudi akan melobi negara-negara OPEC dan produsen lainnya untuk memperpanjang upaya pemangkasan produksi hingga paruh kedua tahun ini.

Harga minyak WTI kontrak Mei 2017 menguat 0,19% atau 0,10 poin ke US$53,50 per barel pada pukul 12.43 WIB, setelah dibuka stagnan di posisi 53,40.

Patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Juni 2017 turut menguat 0,25% atau 0,14 poin ke US$56,37, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,09% atau 0,05 poin di posisi 56,28.

Pada perdagangan Selasa (11/4), harga minyak WTI dan Brent kompak ditutup menguat dan memperpanjang penguatannya hari ini ke level tertingginya masing-masing sejak awal Maret.

Menurut para pedagang, seperti dikutip Reuters, penguatan harga merupakan akibat dari laporan bahwa Arab Saudi, pemimpin de-facto organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), telah menyatakan keinginannya untuk memperpanjang pemangkasan produksi terkoordinasi hingga melampaui paruh pertama tahun ini.

OPEC dan negara-negara produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, telah sepakat untuk mengurangi produksi sebesar sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) selama paruh pertama tahun ini sebagai upaya untuk menahan kelebihan suplai global sekaligus mendorong harga.

Di saat tingkat kepatuhan dari sejumlah peserta terlihat setengah-setengah, Arab Saudi telah membuat langkah pemangkasan signifikan, dengan produksi PRODN-SA turun 4,5 sejak akhir tahun lalu, meski terdapat sedikit kenaikan pada Maret menjadi 9,98 juta bph.

“Pengurangan produksi oleh Arab Saudi tampaknya melebihi prediksi dan memberi dorongan terhadap minyak,” ujar Jeffrey Halley, senior market analyst at futures brokerage OANDA, dikutip dari Reuters (Rabu, 12/4/2017).

Menurut sumber yang terkait dengan diskusi internal kerajaan, Arab Saudi akan memutuskan hal mengenai perpanjangan setelah melihat sikap yang diambil negara-negara OPEC lainnya, seperti Irak dan Iran, serta negara non-OPEC yang turut serta dalam upaya pemangkasan produksi, Rusia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top