Tensi Geopolitik Dorong Penguatan Yen, Indeks Nikkei 225 & Topix Berakhir Turun Tajam

Pergerakan bursa saham Jepang berakhir turun lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Rabu (12/4/2017), akibat tertekan oleh penguatan yen di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang dipicu oleh Korea Utara dan Suriah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 April 2017  |  14:10 WIB
Tensi Geopolitik Dorong Penguatan Yen, Indeks Nikkei 225 & Topix Berakhir Turun Tajam
Bursa Jepang. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Jepang berakhir turun lebih dari 1% pada perdagangan hari ini, Rabu (12/4/2017), akibat tertekan oleh penguatan yen di tengah meningkatnya tensi geopolitik yang dipicu oleh Korea Utara dan Suriah.

Indeks Topix hari ini dibuka turun 0,85% atau 12,69 poin di level 1.482,41 dan ditutup melemah 1,04% atau 15,56 poin ke 1.479,54.

Dari 1.996 saham pada indeks Topix, 219 saham di antaranya menguat, 1.708 saham melemah, dan 69 saham stagnan.

Indeks Nikkei 225 turut berakhir merosot 1,04% atau 195,26 poin ke level 18.552,61, setelah dibuka turun 0,83% atau 155,77 poin di 18.592,10.

Sebanyak 29 saham menguat, 186 saham melemah, dan 10 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang drop 2,12% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei, diikuti oleh FamilyMart UNY Holdings Co. Ltd. yang jatuh 6,42%, Tokyo Electron Ltd. yang melorot 1,93%, dan TDK Corp. yang anjlok 3,36%.

Sementara itu, nilai tukar yen siang ini terpantau lanjut menguat 0,05% atau 0,06 poin ke 109,56 per dolar AS pada pukul 13.37 WIB, level terkuat dalam lebih kurang 5 bulan, setelah kemarin ditutup dengan penguatan tajam 1,19% di posisi 109,62.

Menurut juru bicara kementerian Korea Selatan, terdapat peningkatan kemungkinan bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba nuklir atau rudal seiring datangnya tanggal peringatan kelahiran pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, pada 15 April.

“Jika Korea Utara melakukan uji coba rudal untuk memperingati ulang tahun ke-105 Kim [Il Sung], maka bagaimana Amerika Serikat meresponnya akan menjadi perhatian,” ujar Mitsushige Akino, pejabat eksekutif di Ichiyoshi Investment Management Co., seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan Jepang masih akan mengalami pertumbuhan laba sebesar 5%-10 persen apabila yen menguat menuju 108 per dolar, tetapi apresiasinya hingga mencapai 105 yen akan membawa pertumbuhan turun menjadi nol.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengungkap adanya bukti yang menunjukkan Suriah di balik serangan kimia terhadap warga sipilnya bulan ini, serta menuding Rusia berusaha untuk menutupi sekutunya, Bashar al-Assad, dengan menyebarkan disinformasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top