BURSA AS: Proses Brexit Tak Merembes, Wall Street Ditutup Mixed

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,2% atau 42,18 poin ke level 20.659,32, sedangkan indeks Standard & Poors 500 ditutup menguat 0,11% atau 2,56 poin ke 2.361,13.
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Maret 2017 07:09 WIB
Bursa AS melemah. - .Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA– Bursa saham Wall Street berakhir mixed pada perdagangan Rabu, (29/3/2017) atau Kamis pagi, didorong oleh sektor energi dan konsumer yang mengimbangi sektor finansial.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,2% atau 42,18 poin ke level 20.659,32, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 ditutup menguat 0,11% atau 2,56 poin ke 2.361,13.

Investor masih menimbang dampak kegagalan Presiden AS Donald Trump untuk meloloskan RUU Kesehatan terhadap reformasi pajak dan agendanya yang lain. Investor saat ini juga masih menunggu serangkaian laporan keuangan emiten kuartal perama mendukung valuasi saham.

Laba kuartal pertama untuk emiten indeks S&P 500 diperkirakan naik 10,1%, menurut Thomson Reuters I/B/E/S..

"Risiko kebijakan telah meningkat, tapi data ekonomi masih tetap solid dan karena itu kinerja emiten harus baik," kata Walter Todd, kepala investasi Greenwood Capital, seperti dikutip Reuters.

Sektor energi menguat paling signifikan pada perdagangan kemarin dengan kenaikan 1,2%, didukung oleh naiknya harga minyak mentah.

Sektor konsumer naik 0,6%, didorong oleh saham peritel seperti Nordstrom dan Kohl. Amazon.com naik 2,1% dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa, memberikan dorongan terbesar untuk indeks S&P 500.

Di sisi lain, sektor finansial melemah ditutup berbalik melemah 0,5% setelah sebelumnya sempat menguat.

Investor juga mencerna komentar dari pejabat Federal Reserve. Ketua The Fed wilayah Chicago Charles Evans mengatakan ia mendukung kenaikan suku bunga lanjutak tahun ini, sementara ketua The Fed wilayah Boston Eric Rosengren mengatakan The Fed harus menaikkan suku tiga kali pada tahun 2017.

Sementara itu kelanjutan tahapan realisasi Brexit tampaknya tida merembes ke bursa saham AS.

Tag : bursa as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top