Victoria Manajemen Investasi Luncurkan Reksa Dana Saham Perdana

Victoria Manajemen Investasi meluncurkan produk reksa dana saham perdana berjuluk Victoria Prime Equity Fund yang portofolionya mengacu pada indeks IDX30.
Ana Noviani | 24 Maret 2017 01:19 WIB
Ilustrasi - Antara/M. Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Victoria Manajemen Investasi meluncurkan produk reksa dana saham perdana berjuluk Victoria Prime Equity Fund yang portofolionya mengacu pada indeks IDX30.

Direktur Utama Victoria Manajemen Investasi Juntrihary M. Fairly mengatakan Victoria Prime Equity Fund merupakan reksa dana saham pertama yang dikelola oleh perusahaan aset management Grup Bank Victoria ini. Kehadiran produk anyar tersebut diharapkan membuat variasi produk yang ditawarkan kepada investor semakin beragam.

"Kami ingin punya produk yang lebih lengkap untuk mengantisipasi kebutuhan pasar terhadap reksa dana saham yang cukup tinggi," ucapnya di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Kamis (23/3/2017).

Juntrihary memaparkan reksa dana saham tersebut menjadikan indeks IDX30 sebagai acuan. Dengan begitu, 30 saham yang menghuni IDX30 akan dikoleksi dalam portofolio Victoria Prime Equity Fund.

Alasannya, IDX30 dinilai memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) maupun indeks LQ45. Sejak diluncurkan pada 23 April 2013, return yang dibukukan IDX30 mencapai 33,19%, sedangkan return IHSG dan LQ45 masing-masing 24,85% dan 27,46% pada periode yang sama.

Dalam satu tahun maupun sepanjang tahun berjalan, return IDX30 tetap unggul terhadap IHSG dan LQ45. Secara year-to-date hingga 20 Maret 2017, return yang dicetak IDX30 sebesar 5,21%, LQ45 4,27%, dan IHSG 4,65%.

Sebagai enhancer, lanjut Juntrihary, Victoria Prime Equity Fund juga bakal mengoleksi saham-saham lain di luar IDX30 yang menjadi pilihan Victoria Investment Management. Racikan portofolio dan pengelolaan yang aktif diharapkan dapat mencetak return sekitar 12%-15% per tahun.

"Sampai akhir tahun, dana kelolaan Victoria Prime Equity Fund kami targetkan Rp100 miliar. Kalau asset under management (AUM) keseluruhan kami harapkan bisa mencapai Rp2 triliun dari posisi Rp1,2 triliun pada akhir 2016 atau Rp1,6 triliun per 20 Maret 2017," imbuhnya.

Tag : reksa dana
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top