Produksi di Malaysia Turun 18%, Harga CPO Bertahan di Zona Hijau

Kontrak berjangka CPO untuk Juni 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan penguatan 0,57% atau 16 poin di posisi 2.825 ringgit per ton.
Renat Sofie Andriani | 22 Maret 2017 10:40 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Laju harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) bertahan di zona hijau pada perdagangan pagi ini, Rabu (22/3/2017), menyusul laporan penurunan produksi.

Kontrak berjangka CPO untuk Juni 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan penguatan 0,57% atau 16 poin di posisi 2.825 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian naik 0,21% atau 6 poin ke level 2.815 ringgit per ton pada pukul 09.57 WIB.

Adapun pada perdagangan kemarin (21/3), harga CPO kontrak Juni ditutup naik tajam 1,04% atau 29 poin ke 2.809, membalikkan pelemahan sebelumnya.

“Penjualan spekulatif terhenti menyusul laporan dari para penggiling di semenanjung selatan Malaysia yang menunjukkan penurunan produksi sekitar 18% antara 1-20 Maret,” ujar Paramalingam Supramaniam, direktur perusahaan broker Pelindung Bestari, seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, pola produksi saat ini menunjukkan probabilitas besar atas stok yang lebih rendah pada April dibandingkan dengan Maret.

Turut menopang gerak sawit, nilai tukar ringgit pagi ini terpantau melemah 0,13% ke level 4,4312 pada pukul 10.11 WIB, setelah kemarin ditutup menguat tipis 0,02% di posisi 4,4255.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Juni 2017

Tanggal

Level

Perubahan

22/3/2017

(Pk. 09.57 WIB)

2.815

+0,21%

21/3/2017

2.809

+1,04%

20/3/2017

2.780

-0,82%

17/3/2017

2.803

+0,25%

16/3/2017

2.796

+2,01%

Sumber: Bloomberg

Tag : harga cpo
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top