Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Kebijakan Pro-Pertumbuhan Trump Tak Pasti, Indeks MSCI Turun 1,5%

Indeks MSCI Asia Pacific drop 1,5% pada pukul 11.38 pagi waktu Tokyo (pkl. 09.38 WIB)
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 22 Maret 2017  |  11:48 WIB
bursa asia
bursa asia

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Asia melemah pada perdagangan pagi ini, Rabu (22/3/2017), setelah indeks S&P 500 mencatatkan penurunan terbesar sejak pilpres AS, seiring goyahnya perdagangan di tengah ketidakpastian seputar prospek kebijakan Presiden AS Donald Trump. 

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,5% pada pukul 11.38 pagi waktu Tokyo (pkl. 09.38 WIB), penurunan terbesar sejak Desember, dengan saham finansial dan komoditas memimpin penjualan.

Seperti dilansir Bloomberg, indeks acuan di Jepang, Hong Kong dan Australia turun setidaknya 1,3% setelah indeks S&P 500 meluncur lebih dari 1%, untuk pertama kalinya sejak 11 Oktober.

Volatilitas pada pasar finansial meningkat setelah periode yang relatif tenang, seiring tumbuhnya kekhawatiran bahwa kebijakan-kebijakan AS yang pro-pertumbuhan tidak akan tembus hingga kongres.

Rencana partai Republik untuk mencabut dan mengganti Obamacare menarik pertentangan yang kuat menjelang pengambilan suara di kongres. Kegagalan lolosnya undang-undang kesehatan pada Kamis dapat membahayakan upaya reformasi pajak dan belanja.  

“Realita saat ini adalah pasar memiliki ekspektasi yang terlalu besar dari Trump. Para investor menyesuaikan kembali ekspektasi yang mencerminkan bahwa agenda pro-pertumbuhan Trump tidak akan terwujud dalam semalam, namun akan membutuhkan waktu,” ujar Jonathan Ravelas, chief market strategist BDO Unibank Inc.

Sejalan dengan indeks MSCI, indeks Topix Jepang melemah 1,9%, penurunan terbesar sejak kemenangan Trump dalam pilpres AS. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga turun tajam 1,6%, terbesar sejak November.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Donald Trump
Editor : ahmad kusumadijaya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top