Dovish FOMC Tekan Dolar, Rupiah Gaet Momentum Menguat

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,23% atau 31 poin ke level Rp13.314 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.310 Rp13.344 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Maret 2017 17:13 WIB
Rupiah menguat. - .Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA — Laju nilai tukar rupiah bertahan menguat pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (20/3/2017).

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,23% atau 31 poin ke level Rp13.314 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.310 –Rp13.344 per dolar AS.

Pagi tadi, rupiah dibuka dengan penguatan tipis 0,03% atau 4 poin ke 13.341 per dolar AS.

Adapun pada perdagangan Jumat (17/3), rupiah ditutup menguat tipis 0,01% atau 2 poin di posisi 13.345 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan menguatnya rupiah lebih disebabkan oleh cadangan devisa Ri yang telah dirilis berada di atas ekspektasi,

“Selain itu, faktor statement FOMC yang cenderung dovish saat memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pekan lalu menyebabkan dolar AS terdepresiasi terhadap berbagai mata uang lainnya, termasuk rupiah," kata Nafan saat dihubungi Bisnis hari ini, Senin (20/3/2017)..

Ia melanjutkan, statement FOMC inilah yang membuat pasar forex bergerak stabil secara global, sehingga memberikan implikasi positif terhadap pergerakan rupiah.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama dunia terpantau melemah 0,10% atau 0,10 poin ke level 100,20 pada pukul 16.06 WIB. Indeks dolar AS sudah melemah dalam 4 hari perdagangan, atau terhitung sejak 15 Maret 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nilai tukar rupiah

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top