Reksa Dana Panin Beta One Bidik Dana Kelolaan Rp100 Miliar Dalam 3 Bulan

Panin Asset Management meluncurkan produk reksa dana baru Panin Beta One yang merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan dengan acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ana Noviani | 20 Maret 2017 12:02 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-- Panin Asset Management meluncurkan produk reksa dana baru Panin Beta One yang merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan dengan acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management, menuturkan Panin Beta One merupakan satu-satunya reksa dana yang berupaya memberikan kinerja serupa dengan kinerja IHSG.

"Ada permintaan dari investor institusi terkait reksa dana dengan karakter merepresentasikan saham Indonesia secara keseluruhan. Kami lihat, IHSG secara historis merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik dibandingkan dengan indeks saham lainnya," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (20/3).

Kebijakan investasi produk Panin Beta One, lanjutnya, diarahkan untuk menghasilkan nilai investasi di atas rata-rata secara jangka panjang. Alokasi portofolio reksa dana ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan tujuan kinerja reksa dana menyerupai kinerja IHSG.

"Jadi indeks acuannya IHSG dengan traget tracking error kurang lebih 3%," ucapnya.

Reksa dana saham ini bakal mengoleksi 75-80 saham emiten yang melantai di BEI. Dengan pengelolaan brbasis kuantitatif dan fundamental, portofolio Panin Beta One akan diseimbangkan ulang (rebalancing) satu bulan sekali.

Pemilihan sektor dalam portofolio Panin Beta One mengacu pada komposisi IHSG dan porsi suatu saham terhadap kapitalisasi IHSG. Pada Desember 2016, misalnya, porsi sektor keuangan dalam IHSG mencapai 19,7%, sektor perdagangan, jasa dan investasi 16%, sektor properti, real estat, dan konstruksi 16,9%, serta sektor konsumer produk dan industri 8,1%.

Dalam periode 2007-2016, rerata return yang dibukukan IHSG tercatat lebih tinggi dibandingkan indeks lainnya yang tercatat di BEI. Pada periode tersebut, return CAGR yang dibukukan IHSG mencapai 11,24%, LQ45 8,45%, Kompas 7,34%, dan MXID 9,55%.

Return IHSG juga unggul dibandingkan dengan rerata return yang dibukukan oleh produk-produk reksa dana, yakni 8,21% pada periode 2007-2016.

"Targetnya dari produk ini Rp100 miliar dalam 3 bulan pertama. Kita harapkan akhir tahun bisa sekitar Rp400 miliar-500 miliar. Institusi sudah menyatakan minat, tapi tunggu timing karena IHSG lagi seperti ini," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reksa dana

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top