Harga Minyak Rendah, Laba PGAS Terpangkas 24,14%

Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. terpangkas 24,14% menjadi US$304,32 juta dibandingkan dengan 2015 yang sukses mencetak US$401,19 juta.
Lukas Hendra TM | 19 Maret 2017 18:23 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Laba bersih PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. terpangkas 24,14% menjadi US$304,32 juta dibandingkan dengan  2015 yang sukses mencetak US$401,19 juta.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan perseroan mencatatkan kinerja yang baik sepanjang 2016. Di tengah harga minyak yang masih mengalami penurunan signifikan serta nilai tukar rupiah yang berfluktuasi, lanjutnya, perseroan dapat membukukan laba yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$304,32 juta atau sekitar Rp4 triliun.

"Kami melakukan berbagai upaya yang diperlukan sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," katanya.

Sepanjang 2016, emiten bersandi PGAS tersebut membukukan pendapatan bersih sebesar US$2,93 miliar atau terpangkas tipis sebesar 4,37% dari US$3,07 miliar pada 2015. Kendati demikian, beban pokok pendapatan juga turun tipis sebesar 2,75% menjadi US$2,05 miliar pada tahun lalu dari US$2,11 pada 2015.

Heri menjelaskan selama periode Januari-Desember 2016, perseroan menyalurkan gas bumi sebesar 1,599 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,591 MMscfd.

Rinciannya, sepanjang 2016 volume gas distribusi sebesar 803 MMscfd, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 802 MMscfd dan volume transmisi atau pengangkutan gas bumi sebesar 796 MMscfd, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 789 MMscfd.

Dia menambahkan sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, perseroan optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun, lanjutnya, kondisi perekonomian mengalami perlambatan, tetapi perseroan tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

"PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional," ujarnya.

Heri mencontohkan pada 2016, infrastruktur pipa gas perseroan bertambah sepanjang lebih dari 252 kilometer (km) dan saat ini mencapai lebih dari 7.278 km atau setara dengan 80% pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur gas bumi tersebut, perseroan menyalurkan gas bumi ke lebih dari 165.392 pelanggan rumah tangga, 1.929 pelanggan sektor UMKM, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.652 industri manufaktur berskala besar dan pembangkit listrik.

Sejumlah proyek yang telah diselesaikan perseroan dengan tepat waktu seperti proyek pipa gas Kalisogo-Waru, Jawa Timur sepanjang 30 km. Selain itu, PGAS juga menyelesaikan proyek di ruas Jetis-Ploso di wilayah Mojokerto sampai Jombang sepanjang 27 km, juga proyek ruas Kejayan-Purwosari di Pasuruan sepanjang 15 km.

Khusus untuk wilayah Batam, PGGAS juga telah menyelesaikan proyek infrastruktur pipa gas bumi sepanjang 18,3 k. Proyek pipa gas yang berada di kawasan bisnis Batam ini akan menyalurkan gas bumi ke wilayah Nagoya, Lubuk Baja, dan Jodoh di Batam, Kepulauan Riau.

Adapun saat ini, perseroan tengah mengerjakan proyek pipa distribusi gas Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km, serta beberapa pengembangan jaringan infrastruktur gas lainnya seperti di Jawa Barat sepanjang 43 km dan di Surabaya sepanjang 23 km.

Selain itu, dalam waktu dekat perseroan juga akan menyalurkan gas bumi ke beberapa rumah susun di DKI Jakarta. "PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," katanya.

Tag : harga gas, pgas
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top