Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA AS: Indeks S&P 500 dan Dow Jones Menguat Ditopang Sektor Energi dan Teknologi

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 98,75 poin atau 0,5% ke 19.954,28, sedangkan indeks S&P 500 menguat 6,42 poin atau 0,28% ke 2.275,32 dan Nasdaq Composite menguat 11,83 poin atau 0,21% ke 5.563,65.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 12 Januari 2017  |  06:35 WIB
Bursa AS. - Reuters
Bursa AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan Rabu (11/1/2017) didorong oleh sektor energi dan teknologi.

Penguatan di kedua sektor tersebut mengimbangi pelemahan sektor kesehatan setelah Presiden terpilih Donald Trump mengatakan perusahaan farmasi ‘mencekik pasien’ dengan memberikan harga obat yang tinggi.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 98,75 poin atau 0,5% ke 19.954,28, sedangkan indeks S&P 500 menguat 6,42 poin atau 0,28% ke 2.275,32 dan Nasdaq Composite menguat 11,83 poin atau 0,21% ke 5.563,65.

Sektor kesehatan ditutup melemah 1% setelah jatuh sebanyak 1,9% pada hari sebelumnya, sedangkan sektor bioteknologi Nasdaq merosot 2,96%.

"Ketika seseorang yang berpengaruh mengatakan sesuatu yang negatif, orang tidak ingin berinvestasi di dalamnya. Mereka melihat sektor tersebut [kesehatan] tak layak investasi dan menarik uang mereka," ujar Brad Loncar, manajer Loncar Cancer Imunotherapy ETF, seperti dikutip Reuters.

Delapan dari 11 sektor indeks S&P berakhir menguat. Sektor energi menguat1,2% karena harga minyak mentah naik, sedangkan sektor teknologi naik 0,7%, didorong oleh saham Microsoft Corp, Facebook Inc dan Apple Inc.

Saham Bristol-Meyers Squibb menjadi penekan sektor kesehatan dengan penurunan 5,3% setelah berita bahwa Merck & Co mendahului para pesaingnya dalam perlombaan untuk menggabungkan imunoterapi dengan obat lain sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru.

Selain itu, saham Johnson & Johnson melemah 1,2% dan Abbvie turun 3,6%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as

Sumber : Reuters

Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top