HARGA CPO 20 DESEMBER: Pajak Ekspor Malaysia Naik, Sawit Tambah Melemah

Kontrak berjangka CPO untuk Maret 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan pelemahan 0,86% atau 27 poin di posisi 3.115 ringgit per ton.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2016 10:50 WIB
Pabrik CPO - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berlanjut pada awal perdagangan hari ini, Selasa (20/12/2016).

Kontrak berjangka CPO untuk Maret 2017, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, hari ini dibuka dengan pelemahan 0,86% atau 27 poin di posisi 3.115 ringgit per ton.

Pergerakannya kemudian turun 0,83% atau 26 poin ke level 3.116 ringgit per ton pada pukul 10.02 WIB.

Pada perdagangan Senin (19/12), harga CPO ditutup melemah 0,60% atau 19 poin ke 3.142 ringgit seiring dampak kenaikan pajak di Malaysia yang berpotensi membatasi permintaan.

“Pasar telah naik sangat cepat yang berarti tidak akan banyak permintaan yang masuk. Penerapan pajak ekspor yang lebih tinggi juga dapat menyebabkan penurunan pada permintaan,” ujar Sandeep Bajoria, CEO of Sunvin Group, seperti dikutip Bloomberg kemarin.

Pajak ekspor minyak sawit mentah Malaysia untuk Januari dinaikkan menjadi 7%. Di sisi lain, berdasarkan data Intertek, ekspor minyak sawit Malaysia sepanjang 1-15 Desember turun 7,6% (m-o-m) ke 481.349 ton.  

Sementara itu, nilai tukar ringgit hari ini dibuka menguat 0,05% ke posisi 4,4763 per dolar AS, meski kemudian berbalik melemah tipis 0,03% ke posisi 4,4800 pada pukul 10.13 WIB.

 

Pergerakan Harga CPO Kontrak Maret 2017

Tanggal

Level

Perubahan

20/16/2016

(Pk. 10.02 WIB)

3.116

-0,83%

19/12/2016

3.142

-0,60%

16/12/2016

3.161

+0,00%

15/12/2016

3.161

+2,13%

14/12/2016

3.095

+0,78%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga cpo

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top