DOLAR AS: Optimisme Pasar Tenaga Kerja AS dan Pelemahan Yen Kembali Dorong Indeks ke Level Tertinggi

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun tipis 0,06% atau 0,060 poin di level 103,080.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2016 15:34 WIB
Mata uang dolar Amerika Serikat - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS kembali melambung ke level tertingginya dalam 14 tahun pada perdagangan siang ini, Selasa (20/12/2016), seiring pelemahan kinerja yen setelah Bank of Japan (BOJ) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun tipis 0,06% atau 0,060 poin di level 103,080.

Pergerakannya kemudian berbalik menguat hingga 0,19% atau 0,200 poin ke level 103,340 pada pukul 14.36 WIB.

Pergerakan dolar sebagian ditopang oleh komentar optimistis dari Gubernur Federal Reserve Janet Yellen atas pasar tenaga kerja AS.

Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pemulihan ekonomi meningkatkan standar hidup bagi kebanyakan orang Amerika Serikat karena pasar tenaga kerja yang sehat memberikan kontribusi untuk kenaikan upah.

"Setelah bertahun-tahun pemulihan ekonomi yang lambat, kita memasuki pasar tenaga kerja terkuat dalam hampir satu dekade terakhir," kata Yellen pada acara wisuda di Universitas Baltimore, seperti dikutip Bloomberg kemarin.

Menurutnya, ada juga indikasi bahwa pertumbuhan upah meningkat dan pendapatan mingguan bagi pekerja muda telah membuat keuntungan yang kuat selama beberapa tahun terakhir.

Pidatonya ini dilakukan kurang dari seminggu setelah para the Fed mengisyaratkan pertumbuhan kepercayaan pada ekonomi AS dengan menaikkan suku bunga acuan bank sentral dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun 2017.

Ekspektasi bahwa pemerintahan Donald Trump dalam hal perencanaan pemangkasan pajak dan belanja fiskal yang dapat mendorong pertumbuhan AS dan inflasi lebih tinggi telah mengangkat imbal hasil obligasi AS dan dolar sejak bulan lalu.

“Dolar menguat di tengah ekspektasi kebijakan Trump dan saya rasa relinya akan berlanjut selama tidak ada elemen yang tidak pasti terhadap kebijakannya,” ujar Kazushige Kaida, head of foreign exchange State Street, seperti dikutip Reuters hari ini.

Penguatan dolar juga didorong oleh pelemahan yen setelah BOJ memutuskan untuk mempertahankan target suku bunga minus 0,1% terhadap sejumlah cadangan bank (bank reserves) serta imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun di kisaran 0%.

Nili tukar yen Jepang terpantau melemah 0,63% atau 0,74 poin ke 117,83 per dolar AS pada pukul 14.46 WIB.

 

Posisi indeks dolar AS

20/12/2016

(Pk. 14.36 WIB)

103,340

(+0,19%)

19/12/2016

103,140

(+0,18%)

16/12/2016

102,950

(-0,07%)

15/12/2016

103,020

(+1,24%)

14/12/2016

101,760

(+0,68%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

 

Tag : dolar as
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top