INDEKS BEI 20 DESEMBER: Ketegangan Global Meningkat, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Di akhir sesi I, IHSG turun 0,22% atau 11,31 poin ke level 5.180,61, setelah dibuka dengan pelemahan 0,25% atau 12,73 poin di level 5.179,18.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2016 13:29 WIB
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) berlanjut hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (20/12/2016).

Di akhir sesi I, IHSG turun 0,22% atau 11,31 poin ke level 5.180,61, setelah dibuka dengan pelemahan 0,25% atau 12,73 poin di level 5.179,18.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG telah bergerak pada kisaran 5.173,76 - 5.194,73.

Sebanyak 124 saham menguat, 141 saham melemah, dan 275 saham stagnan dari 540 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama dari sektor infrastruktur yang melemah 0,91% dan sektor perdagangan yang melandai 0,68%.

Adapun, dua sektor lainnya bergerak positif dipimpin oleh sektor konsumen yang menguat 0,43%.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, pergerakan mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara turut melemah. Indeks FTSE Malaysia KLCI turun tipis 0,04%, indeks FTSE Straits Time Singapura naik 0,20%, indeks SE Thailand melemah 0,40%, dan indeks PSEi Filipina anjlok 1,64%.

Pergerakan saham di Asia pun dilaporkan melemah ke level terendah dalam dua pekan pada perdagangan siang ini, di tengah meningkatnya kekhawatiran kondisi geopolitik menyusul pembunuhan terhadap duta besar Rusia untuk Turki serta konflik kekerasan di Jerman dan Swiss.

Sementara itu, pergerakan bursa saham Jepang dan kinerja mata uang yen melemah, dipimpin oleh pelemahan saham energi dan jasa finansial, setelah Bank of Japan (BOJ) memutuskan tidak mengubah kebijakan moneternya.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2%, sedangkan indeks Topix Jepang melemah 0,3% pada pukul 01.21 waktu Tokyo (11.21 WIB).

Pembunuhan utusan Rusia di Ankara menambah ketidakpastian geopolitik setelah pekan lalu China menyita drone angkatan laut AS serta konflik di Suriah meningkat.

Sejalan dengan pelemahan IHSG, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,18% atau 24 poin ke Rp13.413 per dolar AS pada pukul 13.04 WIB.

“Minimnya sentimen domestik membuat faktor global menjadi dominan dalam penentu arah rupiah yang dalam jangka pendek diperkirakan masih akan meminta pelemahan,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta dalam risetnya hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Rupiah

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top