BURSA ASIA 20 DESEMBER: Ketidakpastian Geopolitik Meningkat, Indeks MSCI Terdampak

Pergerakan saham di Asia dilaporkan gamang pada perdagangan pagi ini, Selasa (20/12/2016), di tengah meningkatnya kekhawatiran kondisi geopolitik menyusul pembunuhan terhadap duta besar Rusia terhadap untuk Turki serta konflik kekerasan di Jerman dan Swiss.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2016 09:13 WIB
Bisnis.com - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan saham di Asia dilaporkan gamang pada perdagangan pagi ini, Selasa (20/12/2016), di tengah meningkatnya kekhawatiran kondisi geopolitik menyusul pembunuhan terhadap duta besar Rusia terhadap untuk Turki serta konflik kekerasan di Jerman dan Swiss.

Indeks MSCI Asia Pacific sedikit bergerak setelah melemah 0,1%, sementara indeks Topix Jepang turun 0,2% pada pukul 09.41 waktu Tokyo.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, utusan Rusia ditembak mati di Ankara. Sementara itu, menurut polisi Berlin, setidaknya sembilan orang tewas setelah sebuah truk menerjang pasar Natal. Di Zurich, kota terbesar Swiss, perburuan berlangsung setelah terjadi penembakan terhadap jamaah yang sedang berdoa di pusat Islam.

Insiden tersebut menambah ketidakpastian geopolitik setelah pekan lalu China menyita drone angkatan laut AS serta meningkatnya konflik di Suriah. Reaksi pasar memburuk pekan ini seiring tipisnya volume perdagangan menjelang libur akhir tahun.

“Terdapat sejumlah investor yang mungkin melihat insiden di Turki serta potensi serangan di Berlin sebagai kesempatan untuk ambil untung menjelang akhir tahun,” ujar Philip Orlando, chief equities strategist Federated Investors Inc.

Seiring pergerakan indeks MSCI, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,7% dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3%.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top