BURSA AS: Wall Street Ditutup Menguat Meski Tertahan Insiden Truk di Jerman

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 39,65 poin atau 0,20% ke posisi 19.883,06, sedangkan indeks Standard & Poors 500 ditutup menguat 0,20% ke level 2.262,53 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,37% ke level 5.457m44.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 Desember 2016 06:58 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat memperpanjang reli pada perdagangan Senin (19/12/2016) waktu AS, walau penguatan tertahan oleh insiden truk di Jerman.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 39,65 poin atau 0,20% ke posisi 19.883,06, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 ditutup menguat 0,20% ke level 2.262,53 dan indeks Nasdaq Composite naik 0,37% ke level 5.457m44.

Ketiga indeks AS berakhir menguat walaupun sempat tertekan di akhir perdagangan setelah polisi Jerman menyatakan sebuah truk menabrak Natal di Berlin, Jerman, dan menewaskan sembilan orang serta melukai hingga 50 orang lainnya.

Selain itu, investor AS mengkhawatirkan adanya potensi masalah global setelah Duta Besar Rusia untuk Turki ditembak mati di Ankara.

"Pasar ingin memastikan apakah ini merupakan insiden yang terisolasi. Apakah ini akan mengganggu kegiatan ekonomi hanya di daerah ini atau akan berdampak lebih luas, serta berapa lama dampaknya akan terasa," kata John Canally, Ahli strategi ekonomi LPL Financial, seperti dikutip Reuters.

Wall Street terus menguat sejak pemilihan presiden 8 November, dengan indeks S&P naik hampir 6% di tengah spekulasi bahwa rencana Presiden terpilih Donald Trump untuk melakukan deregulasi dan membiayai infrastruktur akan meningkatkan perekonomian.

Namun, beberapa investor memperingatkan bahwa ketidakpastian seputar kebijakan Trump dan ketidakpastian apakah kebijakan tersebut akan disetujui oleh Kongres menimbulkan risiko besar untuk pada saham saat ini.

Di antara saham yang bergerak, saham Microsoft naik 2,12%, Amazon.com naik 1,09%, Intel naik 1,60% dan Apple naik 0,58%. Keempat saham tersebut memberikan dorongan terbesar ke indeks Nasdaq dan S&P 500.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top