Harga Emas Tak Lagi Cemerlang

Harga emas anjlok ke level terendah dalam 10 bulan terakhir, ditengarai penguatan indeks dolar. Komoditas ini pun diperkirakan masih akan melemah hingga penutupan 2016.
Novita Sari Simamora | 02 Desember 2016 19:40 WIB
Emas batangan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas anjlok ke level terendah dalam 10 bulan terakhir, ditengarai penguatan indeks dolar. Komoditas ini pun diperkirakan masih akan melemah hingga penutupan 2016.

Analis PT Cerdas Indonesia Berjangka Suluh Wicaksono mengungkapkan pergerakan emas spot sedang dalam tren melemah. Dia menuturkan penyebab memudarnya kilau harga emas disebabkan empat sentimen.

Pertama, rencana bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga telah membuat dolar semakin menguat. Kedua, munculnya ketidakpastian ekonomi saat pemilihan umum negeri Paman Sam itu dimenangkan oleh Donald J. Trump.

Sejak Trump terpilih jadi presiden, investor lebih memilih berinvestasi dalam dolar yang dianggap sebagai safe haven. Dalam sebulan terakhir, indeks dolar telah mencatatkan peningkatan hingga 4% menuju level 101,28.

"Proyeksi harga emas hingga akhir tahun berpotensi berada di kisaran US$1.158 per troy ounce--US$1.178 per troy ounce. Trennya akan menuju pada level batas bawah," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (2/12/2016).

Ketiga, adanya aksi profit taking dari kalangan investor. Suluh menuturkan harga emas sempat berada di level tertinggi US$1.375 per troy ounce pada Juli 2016. Setelah emas berada di level tertinggi, sambungnya, banyak kalangan investor yang melakukan aksi jual.

Keempat, emas masih di bawah tekanan lebih lanjut ketika laporan yang dirilis oleh Automated Data Processing (ADP) yang berbasis di AS pada Rabu, menunjukkan lapangan kerja baru menguat pada tingkat yang lebih baik dari perkiraan di 216.000 selama bulan November dibandingkan dengan 147.000 selama bulan sebelumnya.

Dia mengungkapkan emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Kalangan investor akan ada pengetatan kebijakan moneter pada 13-14 Desember 2016 dalam pertemuan Federal Reserve, karena indikator ekonomi dari ADP Research Institure yang menunjukkan angka penambahan pekerja tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Kepala ekonomi pada Gold Trader and Refiner Australian Bullion CO. Jordan Eliseo mengungkapkan saat ini harga emas telah diuji ulang mendekati US$1.170 per troy ounce, seiring dengan penguatan dolar. Jordan menuturkan emas akan berada dalam kondisi bearish.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga emas comex

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top