DOLAR AS: Kondisi Eropa Stabil, Indeks Lanjut Melemah

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun 0,14% atau 0,140 poin di level 100,900.
Renat Sofie Andriani | 02 Desember 2016 08:56 WIB
Indeks dolar melemah. - .Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar AS melanjutkan pelemahannya pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/12/2016), seiring menguatnya kinerja mata uang pound sterling dan euro.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka turun 0,14% atau 0,140 poin di level 100,900.

Pergerakannya kemudian melemah 0,16% atau 0,160 poin ke level 100,880 pada pukul 08.00 WIB.

Pada perdagangan kemarin (Jumat pagi WIB), indeks dolar ditutup drop 0,45% atau 0,460 poin ke level 101,040.

Seperti dilansir Reuters hari ini, greenback melemah terhadap sterling setelah Menteri Brexit, David Davis, menyatakan Inggris akan mempertimbangkan pembayaran ke dalam budget Uni Eropa untuk akses ke pasar Eropa.

“Dolar AS diperdagangkan dengan sangat ketat terhadap sebagian besar mata yang utama,” ujar Marc Chandler, Kepala strategi mata uang global dari Brown Brothers Harriman, dalam paparan risetnya.

Nilai tukar pound sterling terhadap dolar pagi ini menguat tipis 0,02% menjadi US$1,2593 pada pukul 08.18 WIB.

Pada saat yang sama, nilai tukar mata uang euro terhadap dolar AS menguat untuk hari kedua setelah naik 0,13% ke US$1,0675.

Euro menguat menyusul laporan bahwa European Central Bank akan memperluas pembelian obligasinya pada Maret serta mempertimbangkan kemungkinan akan berakhirnya program pembelian aset.

Di sisi lain, pergerakan dolar dipengaruhi oleh mulai terkikisnya efek Trump mulai terkikis. Indeks dolar AS menuju penurunan mingguan pertama sejak pilpres dimenangkan Donald Trump.

Saat ini pasar AS tengah menantikan data tenaga kerja (nonfarm payrolls) pada Jumat yang akan menunjukkan kekuatan ekonomi Amerika, selain memantau referendum Italia akhir pekan ini dan pemilihan presiden Austria.

"Pasar telah reli cukup kuat. (Pasar saat ini mulai) terlihat lelah," kata James Woods, Analis Investasi Global Rivkin Securities seperti dikutip Bloomberg, Jumat (2/12/2016).

 

Posisi indeks dolar AS

2 Desember

(Pk. 08.00 WIB)

100,880

(-0,16%)

1 Desember

101,040

(-0,45%)

30 November

101,500

(+0,56%)

29 November

100,930

(-0,39%)

28 November

101,330

(-0,16%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top