HARGA MINYAK 2 NOVEMBER: Jelang Rilis Data Stok AS Resmi, WTI Melemah Hari Keempat

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Desember melemah 0,77% atau 0,36 poin ke US$46,31 per barel pada pukul 13.56 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,75% atau 0,35 poin di posisi 46,32.
Renat Sofie Andriani | 02 November 2016 14:36 WIB
Anjungan minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah dunia memperpanjang pelemahan pada perdagangan hari keempat (Rabu, 2/11/2016).

Hal itu terjadi di tengah keresahan investor menanti rilis data persediaan AS yang resmi setelah sebelumnya data industri menunjukkan kenaikan jumlah stok yang tak terduga sehingga menyoroti berlanjutnya kelebihan global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak Desember melemah 0,77% atau 0,36 poin ke US$46,31 per barel pada pukul 13.56 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,75% atau 0,35 poin di posisi 46,32.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Januari juga melemah 0,64% atau 0,31 poin ke level US$47,83, setelah dibuka turun 0,50% atau 0,24 poin di level 47,90.

Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), jumlah stok minyak mentah naik 9,3 juta barel sepanjang pekan hingga 28 Oktober atau lebih dari sembilan kali jumlah perkiraan para Analis dalam survey Reuters.

Laporan API keluar sehari sebelum rilis data persediaan resmi dari badan energi AS Energy Information Administration (EIA) yang dilihat lebih terpercaya.

API menyusun datanya berdasarkan laporan sukarela oleh para anggotanya, sementara EIA menggunakan sample yang lebih besar. Apabila data pemerintah membenarkan adanya kenaikan yang besar, harga minyak mentah cenderung akan terjerembab.

Harga minyak telah melemah beberapa hari terakhir seiring menyusutnya harapan bahwa produsen minyak akan menyelesaikan perbedaan mereka serta menyepakati pemangkasan produksi ketika Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) bertemu pada 30 November.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, harga minyak mentah wti

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top