DOLAR AS 2 NOVEMBER: Keresahan Pasar Dorong Aset Safe Haven, Indeks Melemah

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka naik tipis 0,05% atau 0,049 poin di level 97,748.
Renat Sofie Andriani | 02 November 2016 11:16 WIB
Dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar AS tergelincir dari pergerakan positifnya pada perdagangan pagi ini, Rabu (2/11/2016), seiring tibanya agenda pemilihan Presiden AS yang memicu kegelisahan investor serta mendorong permintaan untuk aset safe haven seperti yen Jepang.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka naik tipis 0,05% atau 0,049 poin di level 97,748.

Pergerakannya kemudian berbalik melemah meski tipis sebesar 0,03% atau 0,025 poin ke level 97,674 pada pukul 10.27 WIB.

Pada perdagangan Selasa (1/11/2016), indeks dolar ditutup anjlok 0,76% atau 0,746 poin ke 97,699 menyusul ketidakpastian politik di Amerika Serikat serta kekhawatiran calon Partai Republik Donald Trump mungkin memenangkan pemilihan presiden AS.

Seperti dilansir Reuters hari ini, greenback melemah ke level terendahnya dalam tiga pekan terhadap euro serta ke level terendah dalam 12 hari atas yen, di saat beberapa jajak pendapat menujukkan posisi Donald Trump yang bergerak naik di atas rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Hasil tersebut keluar pasca pernyataan biro investigasi federal AS FBI Jumat kemarin atas penyelidikan terhadap penggunaan email oleh Hillary.

Nilai tukar euro menguat 0,11% ke US$1,1067, sedangkan mata uang yen Jepang menguat 0,32% atau 0,33 poin ke 103,82 per dolar AS pada pukul 10.51 WIB. 

“Pasar mata uang cenderung tidak melihat pertemuan The Fed sebagai faktor yang kuat. The Fed telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada Desember dan pasar fokus pada agenda-agenda terkait pilpres AS. Di saat Clinton masih mempertahankan posisinya di atas Trump, dolar dapat kembali tertekan jika jajak pendapat baru menunjukkan Trump mengejar ketertinggalannya,” ujar Shin Kadota, Kepala strategi FX Jepang di Barclays.

Menurut jajak pendapat Reuters yang dirilis Senin (31/1/2016), Clinton mempertahankan posisi 5 poin persentase di atas Trump meski sedikit berubah pasca pernyataan FBI. Namun, jajak pendapat ABC News menunjukkan Trump memimpin 1 poin dan Los Angeles Times menunjukkan posisi untuk Trump yang memimpin lebih dari 2 poin.

 

Posisi indeks dolar AS

2 November

(Pk. 10.27 WIB)

97,674

(-0,03%)

1 November

97,699

(-0,76%)

31 Oktober

98,445

(+0,10%)

28 Oktober

98,348

(-0,55%)

27 Oktober

98,888

(+0,26%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

Tag : dolar as
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top