KURS RUPIAH 2 NOVEMBER: Spot Ditutup Melemah 10 Poin ke Rp13.057

Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,01% atau 1 poin ke 13.048 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016). Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya secara live \hingga penutupan
Renat Sofie Andriani & Aprianto Cahyo Nugroho | 02 November 2016 16:05 WIB
Rupiah. - .MediumTermNotes.com

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,01% atau 1 poin ke 13.048 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

Namun dalam hitungan detik, rupiah  berbalik menguat 0,02% atau 2 poin ke 13.045 per dolar AS.

Rupiah bergerak di saat indeks dolar AS tertekan sentimen ketidakpastian hasil Pilpres AS.

Di samping itu dolar juga dipengaruhi prediksi putusan Federal Reserve. Putusan pertemuan dua hari rapat bank sentral AS diumumkan pada Kamis dini hari WIB.

Bagaimana pergerakan rupiah selanjutnya? Ikuti lajunya secara live \hingga penutupan.

16:04 WIB

Pk 16.00 WIB: Spot Ditutup Melemah 10 Poin ke Rp13.057

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 10 poin atau 0,08% ke Rp13.057 per dolar AS setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.045 - Rp13.078 per dolar AS.

15:36 WIB

Pk 15.34 WIB: Spot Melemah 14 Poin Jelang Penutupan

Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 14 poin atau 0,11% ke Rp13.061 menjelang penutupan perdagangan hari ini.

12:59 WIB

Pk. 12.58 WIB: Spot Melemah 24 Poin ke 13.071

Rupiah melemah 24 poin atau 0,18% Rp13.071 per dolar AS

12:03 WIB

Pk 11.51 WIB: Jeda Siang, Rupiah Melemah 13 Poin ke 13.060

Nilai tukar rupiah melemah 0,10% atau 13 poin ke 13.060 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

11:38 WIB

Pk. 10.59 WIB: Rupiah Melemah 21 Poin ke 13.068

Rupiah melemah 21 poin atau 0,16% ke Rp13.068 per dolar AS

10:13 WIB

Pukul 10.01 WIB: Jisdor Melemah ke Rp13.058, Spot Masih Tertekan

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, dipatok pada level Rp13.058 per dolar AS, terdepresiasi 0,16% atau 22 poin dari posisi kemarin di Rp13.036.

Adapun, nilai tukar rupiah di pasar spot juga terpantau melemah 0,21% atau 27 poin ke Rp13.074 per dolar AS pada pukul 10.01 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini terpantau turun tipis 0,01% atau 0,014 poin ke level 97,685 pada pukul 09.51 WIB, setelah dibuka di zona hijau.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan sejumlah faktor menjadi sentimen penggerak rupiah hari ini.

Dia menyebutkan harga minyak terus turun merespon naiknya data persediaan minyak mentah AS yang dirilis tak lama setelah kabar kesepakatan pemangkasan produksi minyak mentah OPEC terancam gagal.

Dari pasar global, secara umum ketidakpastian masih tinggi terlihat dari pound sterling yang masih di level terlemah, peso yang terus terdepresiasi dan harga saham Deutsche Bank yang kembali turun. Fokus saat ini tertuju pada hasil FOMC meeting yang dirilis dini hari nanti.

Inflasi yang naik dan indeks manufaktur Indonesia yang turun menambah sentimen negatif dalam negeri, bergabung dengan pesimisme terhadap prospek pertumbuhan ke depan yang sudah ada. 

“Rupiah akan cenderung fluktuatif dalam jangka pendek dengan kecenderungan pelemahan,” katanya dalam riset.

08:58 WIB

Pk 08.55 WIB: Rupiah Kembali Melemah 21 Poin ke 13.068

Nilai tukar rupiah melemah 0,16% atau 21 poin ke 13.068 per dolar AS seiring pergerakan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

08:03 WIB

Pk 08.00 WIB: Spot Dibuka Melemah 1 Poin ke 13.048

Nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis 0,01% atau 1 poin ke 13.048 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Rabu (2/11/2016).

Pergerakannya namun kemudian berbalik menguat 0,02% atau 2 poin ke 13.045 per dolar AS.

06:29 WIB

Indeks Dolar AS Anjlok

Dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/11/2016) menyusul ketidakpastian politik di Amerika Serikat serta kekhawatiran calon partai Republik Donald Trump mungkin memenangkan pemilihan presiden AS.

Indeks Dolar AS, yang melacak pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang utama lainnya, ditutup melemah 0,76% atau 0,746 poin ke posisi 97,699.

Investor masih khawatir terhadap hasil pilpres AS 8 November mendatang setelah berita pada hari Jumat bahwa FBI menyelidiki kasus terkait dengan penggunaan surel pribadi calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Clinton dipandang sebagai kandidat dari status quo, sementara ada ketidakpastian yang lebih besar terhadap kebijakan luar negeri, transaksi perdagangan internasional dan ekonomi domestic jika Donald Trump memenangkan pilpres.

Analis mengatakan kemenangan Trump dapat mengubah laju kenaikan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan naik pada Desember.

Sementara itu, investor menunggu pernyataan The Fed Rabu mendatang mengenai indikasi baru bahwa kenaikan suku bunga mungkin akan dilakukan pada pertemuan bank sentral Desember mendatang.

"Ketidakpastian pemilu tentu membebani dolar," kata Stephen Casey, pedagang valuta asing senior di Cambridge Global Payments, seperti dikutip Reuters.

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top