BURSA KORSEL 2 NOVEMBER: Skandal Presiden Korea Menyebar, Indeks Kospi Ditutup Melemah

Indeks Kospi bergerak ditutup melemah 1,42% atau 28,45 poin ke 1.978,94, setelah dibuka turun 0,60% atau 11,98 poin di posisi 1.995,41.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 November 2016 14:21 WIB
Indeks Kospi - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah, melanjutkan reli empat hari berturut-turut, seiring kian merebaknya skandal politik yang mendera Presiden Korea Selatan Park Geun-hye.

Indeks Kospi bergerak ditutup melemah 1,42% atau 28,45 poin ke 1.978,94, setelah dibuka turun 0,60% atau 11,98 poin di posisi 1.995,41.

Sebanyak 75 saham menguat, 662 saham melemah, dan 32 saham stagnan dari 769 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada perdagangan hari ini.

Saham Il Dong Pharmaceutical Co. Ltd/New yang merosot 4,27% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Kospi pagi ini, bersama dengan Sempio Foods Co. yang melorot 4,03%, dan Hwaseung Enterprise Co. Ltd. yang melemah 0,97%. 

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, skandal yang melibatkan Presiden Park Geun-hye tidak dapat lebih berdampak buruk lagi bagi perekonomian di negara tersebut.

Di saat industri Asia membutuhkan kepemimpinan yang kuat, skandal politik terhadap Presiden telah memicu tuntutan baginya untuk mengundurkan diri bersama dengan Perdana Menteri dan beberapa anggota kabinet.

Seperti diberitakan, skandal tersebut terkait dengan tuduhan keterlibatan teman dekat Presiden – Choi Soon-sil - dalam urusan negara termasuk pembuatan budget serta pelobian kelompok bisnis demi keuntungannya sendiri. Choi Soon Sil saat ini diketahui telah ditahan.      

“Seiring menurunnya popularitasnya [Presiden Park], tampaknya dia cenderung tidak akan mampu melewati langkah pembaruan. Park akan berada pada periode kelesuan yang lebih panjang,” ujar Kent Boydston, Analis riset Peterson Institute for International Economics di Washington.

 

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

2/11/2016

1.978,94

-1,42%

1/11/2016

2.007,39

-0,04%

31/10/2016

2.008,19

-0,56%

28/10/2016

2.019,42

-0,23%

27/10/2016

2.024,12

+0,51%

 Sumber: Bloomberg

Tag : bursa korsel
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top