BURSA EROPA: Shire dan Standard Chartered Seret Indeks Stoxx ke Zona Merah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,07% atau 3,64 poin ke level 335,33, level terendah sejak 11 Juli. Sebelumnya indeks bergerak pada kisaran 335,05 340,74.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 November 2016 01:50 WIB
Bursa Eropa. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (1/11/2016).

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 1,07% atau 3,64 poin ke level 335,33, level terendah sejak 11 Juli. Sebelumnya indeks bergerak pada kisaran 335,05  340,74.

Sekitar setengah dari emiten indeks Index Stoxx telah merilis laporan keuangan kuartal ketiga, di mana 62% dari emiten membukukan kinerja di atas perkiraan

Tapi meskipun ada berita optimis dari Royal Dutch Shell Plc dan China pada hari Selasa, kinerja Shire dan Standard Chartered yang lebih buruk dari perkiraan menyeret indeks pada perdagangan kemarin.

Sejak mencapai level tertinggi empat bulan pada September, indeks Stoxx telah berjuang untuk kembali menguat karena munculnya kekhawatiran atas pengetatan kebijakan moneter, efektivitas stimulus Bank Sentral Eropa di tengah data ekonomi campuran, dan pemilu AS.

"Pasar terpengaruh pesimisme, yang berarti dibutuhkan lebih banyak kejutan positif agar pasar bergerak menguat," kata Yogi Dewan, Chief Executive Officer Hassium Asset Management seperti dikutip Bloomberg.

"Saham Bank sangat sensitive dan akan tertekan cukup dalam jika tidak ada bebrita baik. Ini menjadi hambatan pada sentimen secara keseluruhan. Kinerja emiten lain yang lebih baik tidak akan cukup untuk mendorong bursa ketika semua orang masih tertuju dengan semua ketidakpastian makro," lanjutnya.

Saham Shire merosot 2,6 persen setelah melaporkan penjualan kuartal ketiga yang di bawah perkiraan analis dan mengatakan biaya administrasi naik hampir dua kali lipat.

Sementara itu, Standard Chartered merosot 5,4%, terbesar sejak Brexit, setelah merilis laporan laba di bawah estimasi menyusul turunnya pendapatan pada keempat divisi. 

Tag : bursa eropa
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top