LOGAM MULIA: Ketidakpastian Jelang Pilpres AS, Emas Naik Dekati Level 1.300

Harga emas Comex kontrak Desember menguat 0,53% atau 6,80 poin ke US$1.294,80 per ounce pada pukul 14.27 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,08% atau 1 poin di posisi 1.289 per ounce.
Renat Sofie Andriani | 02 November 2016 15:18 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga emas Comex menguat ke level tertinggi dalam sebulan pada perdagangan siang ini, Rabu (2/11/2016), seiring meningkatnya kegelisahan pasar menjelang agenda pemilihan Presiden AS yang mendorong minat para investor terhadap aset safe haven.

Harga emas Comex kontrak Desember menguat 0,53% atau 6,80 poin ke US$1.294,80 per ounce pada pukul 14.27 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,08% atau 1 poin di posisi 1.289 per ounce.

Seperti dilansir Reuters hari ini, beberapa jajak pendapat menunjukkan posisi Donald Trump yang bergerak naik di atas rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Hasil tersebut keluar pasca pernyataan biro investigasi federal AS FBI Jumat kemarin atas penyelidikan terhadap penggunaan email oleh Hillary.

“Ketidakpastian menjelang pemilihan cenderung memberi support untuk logam mulia,” ujar Jason Cerisola, pedagang MKS PAMP Group.

Pasar juga sedang menantikan arah kenaikan suku bunga AS dari hasil pertemuan kebijakan dua hari bank sentral AS Federal Reserve (FOMC) yang akan diumumkan hari ini. Dalam pertemuan tersebut The Fed diprediksi akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya meski bersiap untuk langkah kenaikan pada Desember.

“Rapat FOMC pekan ini bukan pendorongnya (emas). Yang mendorong semua ini adalah pergerakan (kandidat Partai Republik) Donald Trump mengejar Hillary Clinton dalam laju yang cepat pasca isu server email. Untuk dua pekan ke depan, semuanya akan mengenai pemilihan AS dan emas jadi yang paling diuntungkan,” ujar Jeffrey Halley, Analis pasar senior OANDA.

Menurut jajak pendapat Reuters yang dirilis Senin (31/1/2016), Clinton mempertahankan posisi 5 poin persentase di atas Trump meski sedikit berubah pasca pernyataan FBI. Namun, jajak pendapat ABC News menunjukkan Trump memimpin 1 poin dan Los Angeles Times menunjukkan posisi untuk Trump yang memimpin lebih dari 2 poin.

Sejalan dengan emas, harga perak kontrak Desember terpantau berbalik menguat meski tipis sebesar 0,07% atau 0,012 poin ke US$18,430 per ounce, setelah dibuka dengan pelemahan 0,23% atau 0,043 poin di posisi 18,375.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun tipis 0,04% atau 0,042 poin ke level 97,657 pada pukul 14.28 WIB setelah sebelumnya naik tipis di posisi 97,749.

 

Pergerakan emas dan perak di Comex (Commodity Exchange):

Tanggal

Emas kontrak Desember 2016

US$/ounce

Perak kontrak Desember 2016

US$/ounce

2/11/2016

(Pk. 14.27 WIB)

1.294,80 (+0,53%)

18,430 (+0,07%)

1/11/2016

1.288,00 (+1,17%)

18,418 (+3,50%)

31/10/2016

1.273,10 (-0,29%)

17,796 (+0,00%)

28/10/2016

1.276,80 (+0,58%)

17,796 (+0,89%)

27/10/2016

1.269,50 (+0,23%)

17,639 (+0,07%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga perak, harga emas comex
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top