Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setahun Berdiri, BEI Jambi Berhasil Tumbuhkan Investor Baru 83%

Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi telah berhasil menarik investor saham sebanyak 2741 orang atau tumbuh 83%, paskadibuka sejak Juni 2015.
Kaspul Anwar
Kaspul Anwar - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  03:20 WIB
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Iqro Rinaldi

Bisnis.com, JAMBI - Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi telah berhasil menarik investor saham sebanyak 2.741 orang atau tumbuh 83%, setekag dibuka sejak Juni 2015.

Kepala BEI Perwakilan Jambi Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana mengatakan sejak awal berdiri jumlah investor yang ada sebanyak 1.498 orang.

Kemudian, pada Desember 2015 naik 26% atau sebanyak 394 orang dengan jumlah total 1.892 orang. Memasuki tahun kedua, angka itu pada September 2016 naik 45% atau sebanyak 849 orang investor.

“Belum ada partai besar atau perusahaan yang tergabung karena memang di Jambi belum ada perusahaan yang sudah go public,” kata Gusti Bagus di Jambi saat membuka sosialisasi AKSes KSEI di Jambi (20/10/2016).

Selain alasan itu, menurut Bagus, belum adanya perusahaan asal Jambi yang bermain di bursa saham juga dipengaruhi oleh faktor pengalaman dan juga kondisi ekonomi perusahaan yang belum memungkinkan untuk bermain di partai besar.

Fitrianto, Kepala Unit Pemeriksaan KSEI mengatakan program sosialisasi KSEI yang dilakukan ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat kota Jambi mengenai pentingnya fasilitas AKSes bagi investor pasar modal untuk memantau secara langsung portofolio investasinya yang dikelola perusahaan efek sehingga lebih transparan dan akurat.

“Tujuannya juga untuk menarik minat investor pasar modal di Jambi untuk bergabung,” kata dia.

Dia menjelaskan berdasarkan data KSEI per 30 September 2016, saat ini Jambi menempati urutan ke-20 dari 34 provinsi di Indonesia dengan jumlah investor terbanyak berdomisili di Kota Jambi. “Berarti sekitar 78% dari seluruh investor di provinsi Jambi merupakan investor asal kota Jambi,” sebut Rian.

Jambi, menurut dia, memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi pertumbuhan ekonomi Jambi cukup bagus untuk wilayah Sumatra.

Berdasarkan data di KSEI, untuk aset kota Jambi yang di investasikan di pasar modal dalam bentuk saham dan lainnya saat ini mencapai Rp537 miliar atau sebesar 94% dari total aset provinsi Jambi yang sebesar Rp570 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top