DOLAR AS: Sampai Siang Ini, Indeks Masih Merah

Bloomberg Dollar Index yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka naik tipis 0,01% atau 0,011 poin ke level 94,797.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  13:15 WIB
DOLAR AS: Sampai Siang Ini, Indeks Masih Merah
Indeks dolar AS melemah. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Reli indeks dolar Amerika Serikat terpantau berkurang pada perdagangan siang ini, Kamis (25/8/2016), seiring stabilnya mayoritas pasar finansial menjelang pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang diharapkan memberi petunjuk arah penaikan suku bunga oleh bank sentral AS tersebut.

Bloomberg Dollar Index yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka naik tipis 0,01% atau 0,011 poin ke level 94,797.

Pergerakan indeks dolar namun berbalik turun hingga 0,07% atau 0,065 poin ke level 94,721 pada pukul 12.42 WIB.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, reli yang mendorong bursa saham global ke level tertingginya dalam setahun telah berakhir sejak awal pekan lalu di tengah meningkatnya ekspektasi penaikan tingkat suku bunga oleh The Fed tahun ini.

Pengetatan moneter di AS berisiko terhadap tidak stabilnya pasar finansial di saat bank sentral pada negara dengan perekonomian utama di Asia dan Eropa menurunkan biaya pinjaman serta meningkatkan stimulus demi mendorong pertumbuhan, kebijakan yang telah menyebabkan penerapan imbal hasil obligasi 10-tahun di Jerman dan Jepang.

“Semua orang menunggu (pidato) Yellen dan saya tidak yakin apakah Yellen akan memberikan dorongan yang semua pedagang cari. Retorik The Fed sejauh ini telah diseimbangkan meskipun kita telah melihat cukup banyak komentar hawkish selama dua pekan terakhir,” ujar Nicholas Teo, ahli strategi KGI Fraser Securities.

Gubernur The Fed Janet Yellen dijadwalkan akan berpidato di sela pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat waktu setempat.

Para investor dipastikan akan fokus pada pernyataannya yang diharapkan dapat memberi petunjuk tentang langkah The Fed dalam penaikan suku bunga acuannya (Fed Funds Rate/FFR).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup