BURSA AS: Sentimen Harga Obat Mendominasi, Dow Jones Merah

Indeks Standard & Poors 500 ditutup melemah 0,5% ke level 2.175,44 pada perdagangan Rabu (24/8/2016). Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 65,82 poin atau 0,4% keposisi 18.481,48.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  06:25 WIB
BURSA AS: Sentimen Harga Obat Mendominasi, Dow Jones Merah
Bursa AS melemah. - .Reuters/Carlo Allegri

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah, didorong oleh aksi jual pada saham produsen obat-obatan, di tengah ekspektasi petunjuk tentang kenaikan suku bunga AS pada pidato gubernur Janet Yellen Jumat mendatang

Indeks Standard & Poor’s 500 ditutup melemah 0,5% ke level 2.175,44 pada perdagangan Rabu (24/8/2016) atau Kamis pagi WIB. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 65,82 poin atau 0,4% keposisi 18.481,48.

"Ada sentimen dari harga obat, ditambah dengan harga minyak yang melemah tipis," kata Matt Maley, analis Miller Tabak & Co LLC. Kepada Bloomberg.

"Saya tidak tahu mengapa investor lebih bereaksi terhadap sentiment tersebut daripada menunggu pidato Yellen mendatang,” lanjutnya.

Saham perawatan kesehatan pada indeks S&P 500 mengalami penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir, terseret saham Allergan Plc dan Biogen Inc yang kehilangan lebih dari 2,7%, sementara Merck & Co turun 1,3%.

Sementara itu, sektor bahan baku melemah dengan penambang tembaga Freeport-McMoRan Inc jatuh 7,5%, juga yang terbesar dalam dua bulan terakhir.

Komentar hawkish dari pejabat Fed pekan lalu, harga saham yang tinggi, serta data yang lesu telah mengekang reli yang mendorong indeks S&P 500 ke rekor baru bulan ini

Sebelumnya, data yang dirilis hari ini menunjukkan penjualan rumah bekas turun lebih dari perkiraan bulan lalu.

Investor mengalihkan perhatian mereka lebih ke arah kesehatan ekonomi dan prospek kenaikan suku bunga acuan. Saat ini investor telah mengantisipasi apakah Janet Yellen akan mendukung komentar terbaru dari pejabat bank sentral lainnya yang menyatakan suku bunga acuan dapat naik pada awal bulan depan.

Kemungkinan peningkatan suku bunga acuan pada bulan September telah naik menjadi 28% dari 10%bulan lalu, sementara probabilitas kenaikan pada Desember telah meningkat menjadi hampir 54% dari 36% pada akhir Juli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa as

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top