HARGA MINYAK: Respons Spekulasi Beku Produksi Lanjut, Brent Tembus Level 51

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak September bergerak menguat 0,79% atau 0,38 poin ke US$48,60 per barel pada pukul 12.19 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,23% atau 0,11 poin di posisi US$48,33.
Renat Sofie Andriani | 19 Agustus 2016 13:32 WIB
Minyak lanjutkan reli. - .Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah dunia terpantau melanjutkan penguatannya pada perdagangan siang ini, Jumat (19/8/2016), di tengah spekulasi langkah pembekuan produksi oleh sejumlah produsen utama.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak WTI kontrak September bergerak menguat 0,79% atau 0,38 poin ke US$48,60 per barel pada pukul 12.19 WIB, setelah dibuka dengan kenaikan 0,23% atau 0,11 poin di posisi US$48,33.

Pada saat yang sama, patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak Oktober juga menguat 0,37% atau 0,19 poin ke level US$51,08, setelah dibuka naik 0,14% atau 0,07 poin di level 50,96.

Pekan ini Rusia mengindikasikan sikap terbuka terhadap diskusi pembekuan produksi setelah Menteri Energi Arab Saudi menyatakan bahwa pembicaraan informal di antara para produsen utama bulan depan berpotensi menghasilkan langkah untuk menstabilkan pasar.

Namun di sisi lain terdapat keraguan akan diskusi tersebut mengingat pertemuan sebelumnya awal tahun ini yang gagal mencapai hasil yang diharapkan.  

“Katalis bagi hal ini adalah pernyataan Arab Saudi terhadap persiapannya untuk mendiskusikan inisiatif menstabilkan harga. Minyak saat ini mulai bergerak ke level yang menarik, mencapai batas atas kisaran. (Tetapi) jika WTI menjauhi kisaran US$50, kita mungkin akan melihat sedikit turunnya momentum saat ini,” ujar Ric Spooner, Kepala Analis CMC Markets, seperti dilansir Bloomberg hari ini.

Untuk perdagangan Kamis (18/8/2016), WTI kontrak September ditutup melonjak 3,06% ke level US$48,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak Brent patokan Oktober berakhir menguat 0,37% ke level US$51,08 per barel di ICE Futures Europe Exchange.

 

 

Tag : Harga Minyak
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top