DOLAR AS: Indeks Dapat Energi Lagi, Ini Penyebabnya

Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat terpantau kian menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/8/2016), menyusul pernyataan pembuat kebijakan The Fed akan cukup kuatnya perekonomian AS yang memungkinkan penaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Renat Sofie Andriani | 19 Agustus 2016 11:04 WIB
Indeks dolar AS kembali bertenaga. - .Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat terpantau kian menguat pada perdagangan pagi ini, Jumat (19/8/2016), menyusul pernyataan pembuat kebijakan The Fed akan cukup kuatnya perekonomian AS yang memungkinkan penaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Bloomberg Dollar Index yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka rebound 0,09% atau 0,085 poin ke level 94,242.

Pergerakan indeks dolar kemudian kian menguat 0,22% atau 0,210 poin ke level 94,367 pada pukul 09.58 WIB.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, Ketua The Fed wilayah San Francisco John Williams kemarin menyatakan terbukanya kemungkinan penaikan tingkat suku bunga secara bertahap, terutama dalam waktu yang lebih cepat.

Dia menyatakan bahwa perekonomian AS cukup kuat untuk menjamin penaikan suku bunga secepatnya seraya memperingatkan bahwa penantian yang terlalu lama berisiko menimbulkan inflasi yang tinggi atau gelembung aset (asset bubbles).

Pergerakan indeks dolar sebelumnya telah melemah lima hari berturut-turut seiring semakin mengecilnya kemungkinan penaikan suku bunga The Fed pasca rilis risalah rapat bank sentral AS belum lama ini yang menunjukkan keinginan beragam dari para pembuat kebijakan.

Reli pelemahan dolar sempat berdampak pada penguatan mata uang di Asia termasuk Indonesia. Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,21% ke 13.120 per dolar AS seiring pelemahan dolar.  

Sementara pagi ini, rupiah terpantau berbalik melemah tipis 0,06% atau 8 poin ke Rp13.128 per dolar AS pada pukul 10.08 WIB di pasar spot setelah dibuka menguat tipis 0,02% atau 3 poin di posisi 13.117.

Pelemahan dolar juga turut mempengaruhi harga logam mulia yang sensitif terhadap pergerakan dolar dan tingkat suku bunga.

Harga emas Comex kontrak Desember 2016 kemarin ditutup menguat 0,62% atau 8,40 poin ke US$1.357,20. Spot Comex namun pagi ini melemah sejalan dengan kembalinya momentum yang diraih dolar.

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top