DOLAR AS 19 AGUSTUS: Indeks Masih Kena Imbas Keraguan Pasar Soal Fed Rate

Bloomberg Dollar Index yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka dengan kenaikan tipis 0,09% atau 0,085 poin ke level 94,242.
Renat Sofie Andriani | 19 Agustus 2016 07:52 WIB
Ilustrasi . - .Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA– Indeks dolar Amerika Serikat terpantau bergerak postif pada awal perdagangan hari ini, Jumat (19/8/2016), tapi pergerakan masih terbatas di tengah keraguan para pedagang akan penaikan suku bunga oleh The Fed dalam waktu dekat.  

Bloomberg Dollar Index yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka dengan kenaikan tipis 0,09% atau 0,085 poin ke level 94,242.

Pergerakan indeks dolar kemudian menguat 0,11% atau 0,107 poin ke level 94,264 pada pukul 07.07 WIB.

Sementara untuk perdagangan Kamis (18/8/2016), indeks dolar berakhir melemah 0,59% atau 0,561 poin ke level 94,157.

Seperti dilansir oleh Bloomberg hari ini, indeks dolar melemah ke level terendah dalam tiga bulan pada perdagangan kemarin setelah rilis risalah rapat bank sentral AS Federal Reserve (Fed minutes) pada Juli lalu menunjukkan keinginan beragam dari para pembuat kebijakan dalam hal penaikan suku bunganya (Fed rate).

“Dolar terus kehilangan momentumnya di saat pasar tetap enggan meningkatkan harga demi penaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Namun, kami percaya para pembuat kebijakan The Fed saat ini mencari kemungkinan penaikan suku bunga secepatnya pada September, yang seharusnya dapat mengangkat imbal hasil AS dan memungkinkan dolar meraih momentumnya kembali,” papar Daniel Katzive, ahli strategi valuta asing BNP Paribas SA dalam risetnya.

 

 Posisi indeks dolar AS

19 Agustus

94,264

(+0,11%)

18 Agustus

94,157

(-0,59%)

17 Agustus

94,718

(-0,08%)

16 Agustus

94,791

(-0,88%)

15 Agustus

95,629

(-0,10%)

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg Dollar Index

 

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top