HARGA CPO 2 JUNI: Ditutup Menguat 1,73%, Dipicu Perkiraan Penurunan Stok

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, ditutup menguat 1,73% atau 45 poin ke posisi 2.643 ringgit per ton.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Juni 2016  |  18:33 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga CPO berakhir di zona positif pada penutupan perdagangan hari ini , Kamis (2/6/2016) sejalan dengan prediksi menurunnya persediaan komoditas tersebut.

Kontrak berjangka CPO untuk Agustus 2016, kontrak teraktif di Bursa Malaysia, ditutup menguat 1,73% atau 45 poin ke posisi 2.643 ringgit per ton.

Nilai tukar ringgit terpantau terdepresiasi sebesar 0,50% ke 4,15 ringgit per dolar AS.

Seperti diberitakan sebelumnya harga minyak kelapa sawit CPO diprediksi terus mengalami kenaikan seiring dengan menurunnya persediaan di Indonesia dan Malaysia, serta bertumbuhnya permintaan saat periode Ramadhan.

MIDF Research dalam publikasi risetnya, Rabu (1/6) menyampaikan, Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia mulai mengefektifkan program B10, yakni meningkatkan campuran biodiesel untuk penggunaan transportasi. Sementara program B7 akan diberlakukan untuk sektor industri, yang meliputi bidang komersial dan pembangkit listrik.

Kedua agenda yang efektif pada Juni 2016 ini diharapkan menggenjot konsumsi domestik menjadi 709.000 ton. Kondisi tersebut diprediksi bakal meminimalkan penggunaan 820 juta liter solar dan 2,160 juta ton karbondioksida per tahun.

Data Malaysian Palm Oil Board (MPOB) menginformasikan persediaan CPO sepanjang 2016 menunjukkan tren menurun. Pada Januari, stok mencapai 2,3 juta tetapi terus merosot menuju 1,8 juta per April.

Tren penyerapan, persediaan, dan ekspor CPO yang terjadi di Malaysia serupa dengan Indonesia. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyampaikan per April stok minyak sawit Tanah Air termasuk biodiesel dan oleochemical tercatat turun sebesar 25% (mom)atau dari 3,02 juta ton menjadi 2,27 juta ton.

Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI, stok CPO dalam negeri tergerus akibat tingkat produksi yang stagnan, meningkatnya ekspor, dan mulai bertumbuhnya penyerapan biodiesel. Bulan lalu, produksi biodiesel di dalam negeri mencapai 253 ribu kiloliter, dengan konsumsi domestik mencapai 233 ribu kl atau naik 16% (mom).

Pada perdagangan Rabu (1/6/2016), harga CPO ditutup dengan pelemahan sebesar 0,84% atau 22 poin ke 2.598 ringgit per ton, melanjutkan penurunan sebelumnya.

 Pergerakan Harga CPO Kontrak Agustus 2016

Tanggal

Level

Perubahan

2/6/2016

2.643

+1,73%

1/6/2016

2.598

-0,84%

31/5/2016

2.620

+0,77%

30/5/2016

2.600

+1,60%

27/5/2016

2.559

-0,78%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga komoditas, harga cpo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup