Proyeksi Minyak 2016: Harga Di Atas US$46

Harga minyak mentah kembali menurun seiring dengan pasar yang pesimis dengan hasil pertemuan OPEC.
Hafiyyan | 02 Juni 2016 17:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Harga minyak mentah kembali menurun seiring dengan pasar yang pesimis dengan hasil pertemuan OPEC, dan proyeksi meningkatnya persediaan Amerika Serikat. Meskipun demikian, harga diperkirakan tetap stabil sampai akhir tahun di atas level US$46 per barel.

Pada perdagangan Kamis (2/6) pukul 17:03 WIB harga minyak WTI kontrak Juli 2016 terkoreksi 0,07 poin atau 0,14% menuju US$48,94 per barel. Angka tersebut menunjukkan harga meningkat 18,89% sepanjang tahun berjalan

Dalam waktu yang sama, harga minyak Brent kontrak Agustus 2016 meningkat 0,01 poin atau 0,02% menjadi US$49,73 per barel. Artinya, harga sudah terkerek 19,20% sepanjang 2016.

Minyak sempat berhasil melonjak sekitar 85% dari level terendah selama 12 tahun terakhir pada awal 2016 seiring dengan berkurangnya pasokan dari negara-negara produsen besar seperti AS dan China.

Laporan EIA menyebutkan level produksi minyak mentah Paman Sam per Jumat (20/5) menurun 0,27% menuju 8,767 juta barel per hari. Angka tersebut merupakan posisi terendah sejak September 2014.

Natixis dalam publikasi risetnya, Kamis (2/6), memaparkan rendahnya harga komoditas di awal tahun membuat tren meningkat. Secara fundamental, berkurangnya produksi dan pasokan AS menjadi pemicu utama stabilisasi harga minyak.

"Seberapa cepat kenaikan belum bisa diprediksi, mengingat pertumbuhan permintaan global yang cepat dan produksi yang mulai stagnan. Namun, pasar masih terbebani akumulasi surplus stok sejak 2014," papar laporan yang dikutip Bisnis.com, Kamis (2/6/2016).

Natixis memproyeksikan rerata harga minyak Brent di kuartal III/2016 senilai US$46 per barel, sedangkan WTI sejumlah US$44 per barel. Di akhir tahun, harga Brent stabil di level US$47 per barel, dan WTI US$46 per barel.

Tag : Harga Minyak, opec
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top