BURSA CHINA 17 MEI: Pasar Cemaskan Stimulus, Indeks Ditutup Melemah

Bursa saham China ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (17/5/2016), di tengah kekhawatiran bahwa otoritas tidak akan memberikan stimulus moneter lanjutan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 Mei 2016 15:02 WIB
Bursa China - smh.com.au

Bisnis.com, SHANGHAI – Bursa saham China ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (17/5/2016), di tengah kekhawatiran bahwa pemerintah tidak akan memberikan stimulus moneter lanjutan.

Sementara itu, pemerintah juga meningkatkan langkah reformasi struktural dan finansial meskipun ekonomi sedang melambat.

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,3% ke level 2.843,68, sedangkan indeks CSI300 melemah 0,3% ke posisi 3.086,02.

Presiden Xi Jinping mengatakan pada hari Senin (16/5/2016) bahwa pemerintah akan mendorong reformasi di bidang pasokan dan meningkatkan jumlah pekerja berpenghasilan menengah.

Pernyataan Xi tersebut, yang keluar setelah data ekonomi April yang mengecewakan, memperkuat harapan bahwa China enggan untuk menggunakan stimulus moneter lebih lanjut untuk memacu pertumbuhan .

"Logika yang mendasari rebound pasar telah menghikang karena ekonomi sedang tidak mendukung, tetapi pemerintah menahan diri untuk menggunakan stimulus," kata Li Kongyi, analis di Fortune Securities, seperti yang dikutip dari Reuters, hari ini.

Sebagian besar sektor saham melemah, dipimpin oleh sektor transportasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top