INVESTA SARAN MANDIRI: Diprediksi Konsolidasi Melemah, IHSG Bergerak di 4.710-4.750

Indeks harga saham gabungan pada perdagangan Selasa (17/5/2016) diprediksi berpeluang konsolidasi melemah dan ada di level 4.710-4.750.
Riendy Astria | 17 Mei 2016 08:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks harga saham gabungan pada perdagangan Selasa (17/5/2016) diprediksi berpeluang konsolidasi melemah dan ada di level 4.710-4.750.

Tim Riset Investa Saran Mandiri mengemukakan pada perdagangan hari ini, IHSG mengkonfirmasi tren turun dengan menembus support di level 4.757 dan berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 4.720 sampai 4.700 dan resistance di level 4.748 sampai 4.757.

Sejumlah saham emiten yang bisa dijadikan pilihan hari ini a.l saham ADHI, BBRI, SMGR, dan WTON.

Investa Saran Mandiri menilai pergerakan pasar saham hari ini dipengaruhi sejumlah faktor global dan domestik. Dari global, pasar saham Amerika Serikat ditutup positif seiring kenaikan harga minyak yang menyentuh level tertinggi baru tahun ini. Dari data ekonomi, laporan indeks sektor manufaktur di New York dirilis pada -9,02 di Mei dibandingkan 9,56 di April.Dow Jones ditutup naik 0.96%, Nasdaq naik 1,22% dan S&P Indek naik 0,95%.

Pasar saham kawasan eropa ditutup bervariasi. Harga minyak mentah menguat kelevel tinggi tahun 2016 yang baru, hampir US$48 per barel, didukung faktor penurunan suplai dan proyeksi yang optimis. Investor saham mengabaikan proyeksi pesimis dari Confederation of British Industry (CBI) untuk perekonomian Inggris, terutama karena potensi Brexit.

CBI menilai pertumbuhan ekonomi Inggris akan naik 2% di tahun 2016 dan 2017, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yaitu 2,3% dan 2,1%. FTSE di Inggris ditutup naik 0,21%, dan CAC Perancis turun 0,18%.

Neraca perdagangan Indonesia mengalami peningkatan surplus, ditopang perbaikan ekspor komoditas nonmigas. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan April 2016 mencapai 670 juta dollar AS, dibandingkan 510 juta dollar AS pada Maret 2016. Peningkatan surplus neraca perdagangan tersebut didorong kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang melampaui peningkatan defisit neraca perdagangan migas.

Kinerja neraca perdagangan diperkirakan tetap positif dalam mendukung transaksi berjalan berada pada level yang berkesinambungan. Bank sentral akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan. BI pun mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top