RUPIAH ATAS DOLAR 2 MEI: Patahkan Sentimen BoJ, Rupiah Respons Deflasi

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 21 poin atau 0,16% ke Rp13.159 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 02 Mei 2016 17:00 WIB
Seorang petugas bank memeriksa sejumlah uang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA-Setelah berfluktuasi pada rentang yang ketat, rupiah berhasil melejit ke zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (2/5/2016).

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 21 poin atau 0,16% ke Rp13.159 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 23 poin atau 0,17% ke Rp13.159 per dolar AS. Pada perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.151–Rp13.209 per dolar AS.

“Inflasi mengurangi nilai rupiah, karena adanya kenaikan harga. Deflasi Tidak. Deflasi menyebabkan tekanan rupiah berkurang. Tapi rupiah masih dibayangi sentimen global, seperti kebijakan BoJ dan Fed,”  kata Ekonom Panin Sekuritas Wildan Noor saat dihubungi hari ini, Senin (2/5/2016).

Meski terjadi deflasi terbesar sejak tahun 2000, Wildan meyakini dalam waktu dekat rupiah belum akan ke bawah level 13.000.

“Belum, (karena ada) sentimen global, (seperti kebijakan stimulus) BoJ dan Fed yang masih (membuka peluang kenaikan suku bunga) pada Juni,” kata Wildan.

Seperti diketahui terkendalinya harga bahan makanan dan penurunan tarif transportasi membuat siklus deflasi pada April kembali terjadi. April tahun ini, Indonesia mencatatkan deflasi 0,45% (mtm)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan deflasi 0,45% ini juga mencatatkan deflasi tertinggi tiap periode April sejak 2000. Jika dibandingkan posisi April 2015, inflasi sebesar 3,6%.

“Kalah dengan 1999 saja yang deflasi 0,68%. April ini memang terjadi deflasi dan menunjukkan harga perkembangan komoditi bahan pokok terkendali,” katanya dalam konferensi pers, Senin (2/5/2016).

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,20% atau 0,18 poin ke level 92,89 pada pukul 15.54 WIB.

Tag : nilai tukar rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top