PENGUATAN MODAL: BRI Siap Suntik BRI Syariah Rp500 Miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berkomitmen untuk kembali memberi suntikan modal kepada anak usahanya PT BRI Syariah.
Annisa Sulistyo Rini | 02 Maret 2016 00:36 WIB
Gedung Bank Rakyat Indonesia - .

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. berkomitmen untuk kembali memberi suntikan modal kepada anak usahanya PT BRI Syariah.

Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan komitmen suntikan dana segar untuk BRI Syariah tersebut dalam rangka pengembangan anak usaha .

"Ada komitmen tambah modal ke BRI Syariah, sekitar Rp500 miliar," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Asmawi mengungkapkan rencana ini masih dibicarakan secara internal dan belum mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, dirinya memastikan penambahan modal tersebut akan dilakukan pada tahun ini.

Adapun, berdasarkan laporan kinerja keuangan 2015, BRI Syariah mencatatkan modal disetor senilai Rp1,97 triliun atau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang senilai Rp1,65 triliun. Sedangkan modal inti perseroan senilai Rp2,22 triliun dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 13,82%.

 BRI Syariah saat ini masuk ke kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) II.

 Sebelumnya, Mantan Direktur Bisnis Kelembagaan BUMN BRI ini menuturkan lebih memilih untuk mengembangkan sendiri anak usahanya itu dari pada  opsi untuk mencari partner strategis.

 "Kami ingin ngembangin sendiri saja. Kami ingin ngembangin dari sisi modal dan jaringan," ujarnya.

 Selain itu, Asmawi juga menuturkan pihaknya bakal mendukung pengembangan sistem teknologi informasi BRI Syariah melalui satelit milik BRI, yakni BRISat yang bakal diluncurkan pada pertengahan tahun ini.

 "BRI Syariah akan memanfaatkan satelit kami. Ini bagian dari sinergi dengan anak perusahaan," katanya.

 Seperti diketahui, emiten dengan ticker BBRI ini akan meluncurkan satelitnya di Republik Guyana pada Juni 2016. BRI mengeluarkan dana senilai US$260 juta atau setara Rp3,4 triliun untuk memiliki satelit sendiri.

 \Dari sisi kinerja keuangan, BRI Syariah mencatatkan laba setelah pajak senilai Rp122,63 miliar atau meroket dari pajak akhir 2014 yang senilai Rp2,82 miliar. Peningkatan ini salah satunya didorong oleh naiknya pendapatan penyaluran dana dari Rp2,05 triliun menjadi Rp2,42 triliun.

 Kendati demikian, kualitas pembiayaan BRI Syariah mengalami perburukan yang tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) yang naik dari 4,60% menjadi 4,86%.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bri

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top