KURS RUPIAH 2 NOVEMBER: Di Pasar Spot Naik 15 Poin ke Rp13.669/US$ di Akhir Perdagangan

Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat ditutup menguat 0,11% atau 15 poin ke level Rp13.669/US$ setelah akhir pekan lalu terdepresiasi.
Demis Rizky Gosta dan Sukirno | 02 November 2015 16:08 WIB
Rupiah - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat ditutup menguat 0,11% atau 15 poin ke level Rp13.669/US$ setelah akhir pekan lalu terdepresiasi.

Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada level terkuat Rp13.620/US$ dan terlemah Rp13.697/US$.

Penguatan rupiah terjadi pada saat mata uang regional Asia ditutup bervariasi.

Pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2015) rupiah menguat 12 poin atau 0,09% ke Rp13.672.

16:08 WIB

Pukul 16:00 WIB: Kurs Rupiah di Pasar Spot Naik 15 Poin ke Rp13.669/US$ di Akhir Perdagangan

Kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,11% atau 15 poin ke level Rp13.669/US$ setelah akhir pekan lalu terdepresiasi. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak pada level terkuat Rp13.620/US$ dan terlemah Rp13.697/US$. Penguatan rupiah terjadi pada saat mata uang regional Asia ditutup bervariasi.

13:40 WIB

Pukul 13.34 WIB: Rupiah Tetap Menguat. Spot Menguat 20 Poin ke 13.664

Rupiah diperdagangkan menguat 0,15% atau 20 poin ke Rp13.664 per dolar AS di awal sesi II perdagangan bursa.

“(BPS yang mengumumkan terjadi disinflasi direspons) lebih ke arah positif. Inflasi turun, (itu) bagus. Karena jika dibandingkan negara lain, jadi bisa bersaing. (Tekanan inflasi di globa) karena ekonomi melambat,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta saat dihubungi hari ini, Senin (2/11/2015).

 

12:29 WIB

Pk. 12.25 WIB: Spot Menguat 16 Poin ke 13.668, Analis Prediksi Rupiah Masih di Kisaran 13.600

Rupiah menguat 16 poin atau 0,12% ke Rp13.668/US$.

“Hari ini rupiah masih di kisaran 13.600,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, saat dihubungi hari ini, Senin (2/11/2015).

11:41 WIB

Pk. 11.33 WIB: Rupiah Respons Positif Data Disinflasi BPS

Rupiah menguat 56 poin atau 0,41% ke Rp13.628/US$.

“(Rilis data BPS terkait disnflasi nampaknya direspos) lebih ke arah positif,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, saat dihubungi hari ini, Senin (2/11/2015).

Badan Pusat Statistik melaporkan indeks harga konsumen pada Oktober 2015 turun 0,08% dari bulan sebelumnya. Ekonomi Indonesia kembali mencatatkan deflasi setelah pada September IHK turun 0,05%

11:31 WIB

Pk. 11.35 WIB: BPS Rilis Disnflasi, Rupiah Makin Kuat

BLS umumkan disinflasi, rupiah makin kuat.

Rupiah menguat30 poin atau 0,22% ke Rp133.654/US$, dan bergerak di kisaran 13.620-13.697

11:27 WIB

Rupiah Tunggu Respons Data Inflasi BPS

Tren disinflasi berlanjut pada Oktober seiring semakin pudarnya dampak penaikan harga BBM pada akhir 2014.

Badan Pusat Statistik melaporkan indeks harga konsumen pada Oktober 2015 turun 0,08% dari bulan sebelumnya. Ekonomi Indonesia kembali mencatatkan deflasi setelah pada September IHK turun 0,05%.

10:54 WIB

Pk. 09.44 WIB: Rupiah Menguat 30 Poin ke Rp13.654/US$

Mata uang Asean makin kuat.

Dolar Singapura (+0,07%), peso Filipina (+0,06%), ringgit Malaysia (+0,21%), baht Thailand (+0,14%), dan rupiah menguat 30 poin atau 0,22% ke Rp13.654/US$

10:09 WIB

SENTIMEN RUPIAH: Indeks Manufaktur China Masih Kontraksi

Kinerja industri manufaktur China sedikit membaik pada Oktober, sedangkan kinerja industri jasa dan konstruksi membukukan pertumbuhan terlambat dalam 7 tahun.

Caixin China Flash Manufacturing PMI yang diterbitkan Senin (2/11/2015) menyatakan indeks manufaktur China ada di level 48,3 pada Oktober, naik dari 47,2 pada September.

Laju pelemahan kinerja industri pengolahan melambat pada awal kuartal IV/2015 setelah bulan lalu jatuh ke level terendah sejak Maret 2009. Indeks PMI mengukur pertumbuhan industri dengan level 50 atau lebih tinggi mengindikasikan ekspansi.

“Kenaikan pada Oktober menandakan penurunan kinerja industri manufaktur tertahan dan menunjukkan stimulus mulai berdampak,” kata He Fan, ekonom dari Caixin Insight Group dalam rilis Markit Economics.

Data dari Markit menunjukkan perbaikan kinerja industri pengolahan didorong oleh pesanan dari luar negeri yang mulai pulih. Di sisi lain, dampak dari deflasi masih berlanjut yang ditunjukkan oleh penurunan harga bahan baku dan harga barang hasil produksi.

Sementara itu, data PMI manufaktur yang diterbitkan pemerintah China berada di level 49,8 pada Oktober menjadikan industri pengolahan Negeri Tiongkok berkontraksi selama 3 bulan berturut-turut.

Adapun data PMI non-manufaktur dari pemerintah tersurvei di level 53,1. Data yang mengukur kinerja sektor jasa dan konstruksi tersebut ada di level paling rendah sejak Desember 2008.

09:54 WIB

Pk. 09.38 WIB: Rupiah Kembali Menguat 6 Poin ke 13.634

Rupiah kembali menguat 6 poin atau 0,04% ke 13.678

09:03 WIB

Pukul 08.55 WIB: Rupiah Melemah 11 Poin ke Rp13.695

Rupiah telah berbalik melemah di saat bursa saham dibuka, terdepresiasi 0,08% atau 11 poin ke Rp13.695 per dolar AS.

08:39 WIB

Sentimen Ini Pengaruhi Gerak Kurs

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi tekanan yang dialami nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2015) berkurang

"Disahkannya RAPBN 2016 pada Jumat malam seharusnya bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah, apalagi jika sentimen pelemahan dolar masih ada. Serta (jika) angka inflasi Oktober yang datang pagi ini turun drastis, diperkirakan ke 6,3—6,4% YoY,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, dalam risetnya yang diterima hari ini, Senin (2/11/2015).

Dikemukakan rupiah tertekan hingga Jumat sore ,walaupun sentimen pelemahan dolar semakin terasa di pasar keuangan Asia. Penundaan pengesahaan RAPBN 2016 yang makin mengirimkan kekhawatiran ke pasar, terutama kaitannya terhadap pengeluaran pemerintah yang sangat menentukan prospek pertumbuhan.

Namun akhirnya RAPBN 2016 disahkan pada Jumat malam.

Sementara itu, ujarnya, pelemahan dolar di pasar global makin terlihat terutama setelah angka U. of Mich.

Sentiment turun cukup signifikan di Jumat malam. Hal itu juga diikuti oleh penguatan euro dan yen sekaligus tingkat imbal hasil US Treasury.

“Pagi ini Manufacturing PMI Tiongkok yang tetap di bawah 50 menandakan perlambatan masih terjadi,” kata Rangga.

Indeks manufaktur negara lain seperti Zona Euro dan AS akan datang juga hari ini, dan diperkirakan masih turun.

08:33 WIB

Berikut Prediksi Kurs Tengah BI

NH Korindo Securities Indonesia memperkirakan kurs tengah Bank Indonesia nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Senin (2/11/2015) bergerak di kisaran Rp13.620-Rp13.645.

Kepala Riset NHKSI Reza Priyambada mengatakan setelah mengalami kenaikan, laju rupiah kembali mengalami pelemahan.

08:04 WIB

Pk. 08.00 WIB: Rupiah Dibuka Menguat 12 Poin ke 13.672

Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Senin (2/11/2015) menguat 12 poin atau 0,09% ke Rp13.672.

08:03 WIB

Jumat, Rupiah Dibuka Melemah 65 Poin ke 13.684

Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2015) melemah 65 poin atau 0,48% ke Rp13.684.

Hari ini rupiah akan memonitor data makro ekonomi yang akan dirilis oleh badan Pusat Statistik.

 

06:54 WIB

Senin, Indeks Dolar AS Melemah 0,18% ke 96,768

Indeks dolar AS Senin dibuka melemah 0,18% ke 96,768.

06:39 WIB

Jumat, Indeks Dolar AS Ditutup Melemah 0,35% ke 96,946

Indeks dolar AS pada penutupan Jumat (30/10/2015) melemah 0,35% ke 96,946.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top