HARGA MINYAK: Anjlok Ke Level Terendah 2009, Aljazair Ajak Bertemu Eksportir

Harga minyak West Texas Intermediate kembali jatuh mendekati level terendah sejak Maret 2009. Eksportir minyak dunia pun berkumpul di Aljazair untuk mendiskusikan strategi menyeimbangkan kembali pasar minyak.
Surya Rianto | 17 Maret 2015 14:45 WIB
harga minyak melemah - ilustrasi

bisnis.com, JAKARTA -- Harga minyak West Texas Intermediate kembali jatuh mendekati level terendah sejak Maret 2009. Eksportir minyak dunia pun berkumpul di Aljazair untuk mendiskusikan strategi menyeimbangkan kembali pasar minyak.

Pada perdagangan kemarin sampai pukul 14:21 WIB, Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,27% menjadi US$43,76 per barel, sedangkan harga minyak Brent turun 2,25% menjadi US$53,44 per barel.  

Menteri Energi Aljazair Youcef Yousfi mengatakan penurunan harga minyak yang cukup dalam selama beberapa bulan terakhir berdampak cukup negatif kepada negara eksportir minyak dari Organization of the Petroleum Exporting Countries maupun negara di luar organisasi tersebut.

“Kami mencoba berkoordinasi dengan eksportir minyak dunia dan berdiskusi terkait strategi untuk menstabilkan pasar minyak kembali,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Selasa (17/3/2015).

Pertemuan yang diinisiasi oleh Abdelaziz Bouteflika, Presiden Aljazair itu telah direncanakan sejak bulan lalu. Aljazair mengundang beberapa negara seperti Arab Saudi, Oman, Azerbaijan, Kazakhstan, Meksiko, Rusia, Kolombia, Nigeria, Gabon, Angola, Kongo, dan Guinea Equator.

harga minyak dunia makin tertekan pada bulan ini setelah pasokan dari Amerika Serikat (AS) maupun OPEC berpotensi makin meningkat.

Produksi OPEC pada bulan lalu turun 900.000 barel per hari menjadi 30,22 juta barel per  hari. Peningkatan produksi minyak di Arab, Iran, dan Angola telah ditutupi oleh penurunan produksi di Libia dan Irak.

Adapun, pada pekan lalu produksi minyak mingguan AS naik 0,45% menjadi 9,36 juta barel per hari, sedangkan Rusia memutuskan pertahankan produksi minyak di level 10 juta barel per hari.

Sumber : bloomberg

Tag : komoditas
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top