Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PASAR OBLIGASI: BI Rate Turun, Pasar Buru SUN

Penurunan BI rate sebesar 0,25% menjadi 7,5% membuat pelaku pasar memburu obligasi pemerintah sejak seminggu terakhir
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Februari 2015  |  10:49 WIB
Memantau layar surat utang negara - Bisnis
Memantau layar surat utang negara - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA- Penurunan BI Rate sebesar 0,25% menjadi 7,5% membuat pelaku pasar terdorong untuk memburu obligasi pemerintah sejak seminggu terakhir.

Akibat perburuan itu, harga surat utang negara (SUN) menguat pada sesi perdagangan pekan lalu.

Imbal hasil SUN FR69 (5 tahun) turun 0,28% ke 6,82%, FR70 (10 tahun) turun 0,32% ke 7.06% dan FR71 (15 tahun) turun 0,31% ke 7.22%. Sedangkan FR68 (20 tahun) turun 0,28% ke 7.44%.

“Pelaku pasar kembali mengakumulasikan surat-surat berharga negara Indonesia setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25bps ke 7,50%,” menurut laporan Kresna Sekurities, Senin (23/2/2015).

Sementara itu, pelaku pasar global optimistis Yunani akan mencapai kesepakatan restrukturisasi  utang pada akhir Februari 2015 meski Jerman bersikeras untuk tidak memberikan kelonggaran pada Yunani. Optimisme pasar tercermin dari naiknya yield Jerman dan Prancis sebesar masing-masing 0,2% dan 0,4% ke level 0,37% dan 0,68%.

Di sisi lain, pelaku pasar di AS juga kembali mengalihkan investasi mereka dari aset safe haven setelah harga minyak rebound dan ditutup di atas level US$50,0 per barel yang dipicu oleh kemungkinan gencatan senjata di Ukraina.

“Hal tersebut mendorong yield AS naik 0,6% ke level 2,11%,” menurut Kresna.

Situasi pasar yang cukup kondusif tersebut membuat likuiditas di pasar primer Indonesia masih terjaga. Pada lelang SUN yang dilakukan pada pekan lalu (16/2/2015), total permintaan yang masuk mencapai Rp36,1triliun dan pemerintah menyerap Rp12 triliun dengan rata-rata imbal hasil berada di 7,1%.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BI Rate Obligasi Pemerintah
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top